POSSINDO.COM, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i mengimbau petugas BPS Pulang Pisau yang bertugas pada Sensus Ekonomi 2026 agar menyampaikan penjelasan terkait pendataan secara baik dan mudah dipahami, mengingat masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami tujuan serta fungsi kegiatan tersebut.
Hal ini disampaikan saat menghadiri agenda pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Kantor BPS Pulang Pisau, Jalan Lintas Kalimantan, pada (22/3/2026).
“Masih ada masyarakat yang belum memahami fungsi pendataan ini. Karena itu saya tekankan kepada petugas BPS di lapangan agar menyampaikan penjelasan dengan baik supaya masyarakat memahami, sehingga kita memiliki data yang kuat terkait kemampuan ekonomi di Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Rifa’i.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga untuk meluruskan pemahaman masyarakat terkait sensus ekonomi, di mana sebagian warga masih khawatir data yang diberikan akan berdampak pada pajak.
Bupati menegaskan, data yang akurat dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat basis ekonomi daerah. Data tersebut nantinya akan menjadi data nasional yang digunakan pemerintah pusat sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Masyarakat kadang mengira kalau data ini akan berpengaruh pada pajak. Padahal sasaran kita bukan hanya UMKM, tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan, termasuk perumahan, listrik, dan aspek ekonomi lainnya,” jelasnya.
Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pulang Pisau melibatkan 156 petugas lapangan, yang terdiri dari 135 enumerator, 21 supervisor, serta didukung 23 pegawai BPS Kabupaten Pulang Pisau sebagai tim pelaksana kegiatan. (Dk)
