
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di
Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa (26/05/2026). Lalu. Foto/BPMI
Setpres
POSSINDO.COM, Politik - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab soal frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dalam 1,5 tahun menjabat.
Teddy menjelaskan bahwa jadwal kunjungan Prabowo ke luar negeri ada yang telah terjadwalkan sejak satu tahun sebelumnya. Namun, kata dia, ada pula jadwal kunjungan yang dilakukan mendesak. Terlebih, saat ini perkembangan dunia sangat dinamis dan penuh ketidakpastiaan.
"Jadwal harus 1 tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara," kata Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).
Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dihadapkan pada krisis dunia di awal-awal masa jabatannya. Mulai dari, konflik di Ukraina, konflik Venezuela-Amerika Serikat, hingga konflik di Timur Tengah.
Sehingga, Prabowo harus membangun hubungan diplomasi dan kedekatan personal yang baik dengan para pemimpin dunia lain. Teddy menuturkan Prabowo dapat meminta bantuan dari negara lain apabila Indonesia mengalami krisis.
"Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan, dan begitu pula sebaliknya," jelasnya.
"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi," sambung Teddy.
Teddy membantah kunjungan Prabowo hanya sekedar seremonial saja. Dia menyampaikan banyak hasil yang telah dicapai dalam kunjungan Prabowo ke berbagai negara.
"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," tutur Teddy.
Sumber : liputan6.com