Ribuan Dapur Makan Bergizi Gratis Sempat Dihentikan, BGN Beberkan Alasannya

 

Petugas menyiapkan makanan bergizi di gedung Satuan Pelayanan Makan Bergizi, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2024).  Foto/Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

POSSINDO.COM, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia pernah dihentikan sementara operasionalnya sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan kebijakan suspend diterapkan berdasarkan berbagai hasil evaluasi, mulai dari laporan masyarakat, masukan pemerintah daerah, inspeksi mendadak (sidak), hingga pemantauan terhadap sejumlah kejadian yang dialami penerima manfaat program MBG.

“Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend,” ujar Nanik dalam keterangannya, Minggu (31/5).

Berdasarkan data BGN, di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatra terdapat 5.968 SPPG yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, 758 SPPG pernah dikenai suspend. Saat ini, 148 SPPG masih menjalani penghentian sementara, terdiri dari 10 SPPG akibat kejadian menonjol dan 138 SPPG karena persoalan infrastruktur, manajemen organisasi, serta mutu gizi. Sebanyak 610 SPPG lainnya telah kembali beroperasi setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Wilayah II yang mencakup Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah suspend terbanyak. Dari 16.594 SPPG yang beroperasi, total 3.466 SPPG pernah dikenai suspend. Saat ini masih terdapat 1.666 SPPG yang belum diizinkan beroperasi kembali, dengan rincian 61 SPPG terkait kejadian menonjol dan 1.605 SPPG karena masalah infrastruktur, tata kelola organisasi, serta kualitas gizi. Sebanyak 1.800 SPPG telah kembali beroperasi setelah menjalani evaluasi.

“Jadi dari Wilayah II, total sebanyak 3.466 SPPG telah di-suspend,” kata Nanik.

Untuk Wilayah III yang meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, tercatat 4.646 SPPG telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.959 SPPG pernah dikenai suspend. Saat ini masih ada 399 SPPG yang berstatus suspend, terdiri dari 25 SPPG akibat kejadian menonjol dan 374 SPPG karena permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, serta mutu gizi. Adapun 3.559 SPPG lainnya telah kembali aktif melayani masyarakat.

Secara nasional, BGN mencatat total 8.182 SPPG pernah dikenai penghentian sementara sejak program MBG berjalan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.659 SPPG telah dicabut status suspend-nya dan kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Sementara itu, masih terdapat 2.213 SPPG yang menjalani masa suspend karena dinilai belum memenuhi ketentuan dalam petunjuk teknis, baik terkait aspek manajemen, operasional, maupun kondisi bangunan yang digunakan sebagai fasilitas pelayanan.

Sumber : cnnindonesia.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال