Aksi Jilid III Digelar 30 Juli, GM PLN Kalselteng Dijadwalkan Temui Massa di Palangka Raya

Juru Bicara Gerakan Palangka Raya Gelap, Fiteli Waruwu. Foto/Gd.

POSSINDO.COM, PALANGKA RAYA-Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap berencana kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Kamis (30/7/2026). General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijino, dijadwalkan hadir untuk menemui massa.

Kepastian rencana pertemuan tersebut disampaikan setelah Iwan berkomunikasi dengan massa melalui sambungan telepon pada aksi jilid II, Rabu (29/7/2026). Saat itu, ia belum dapat menemui demonstran secara langsung karena disebut berada di luar Palangka Raya.

“Saya mungkin ke sana (Palangka Raya) besok ya,” ucap Iwan melalui sambungan telepon.

Juru Bicara Gerakan Palangka Raya Gelap, Fiteli Waruwu, mengatakan pihaknya telah mendapat kepastian bahwa GM PLN UID Kalselteng akan menemui massa pada pukul 09.00 WIB.

“Kami sudah mendapatkan jawaban bahwa General Manager PT PLN UID Kalselteng akan hadir besok menemui kami pukul 09.00 WIB,” ujarnya.

Fiteli mengajak masyarakat Palangka Raya dan wilayah Kalimantan Tengah yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik untuk menghadiri aksi tersebut. Masyarakat diminta menyampaikan langsung dampak yang dialami selama pemadaman bergilir.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Palangka Raya dan Kalteng untuk menyampaikan kerugian yang dialami beberapa hari terakhir akibat pemadaman listrik ini,” katanya.

Meskipun Iwan dijadwalkan hadir menemui massa, Fiteli menegaskan tuntutan pencopotan GM PLN UID Kalselteng dan jajaran manajer tetap akan disampaikan. Pihaknya menilai manajemen PLN gagal mencegah pemadaman listrik berkepanjangan.

“General Manager PT PLN Wilayah Kalselteng itu harus dicopot bersama manajer-manajernya supaya hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Menurut Fiteli, pemadaman listrik bergilir telah memberikan dampak luas terhadap masyarakat dan pelaku usaha. Peternak ayam menjadi salah satu kelompok yang mengalami kerugian besar karena sistem kandang tertutup sangat bergantung pada listrik.

“Pemadaman listrik bergilir ini betul-betul berdampak buruk bagi masyarakat Palangka Raya, bahkan Kalteng secara umum. Masyarakat seperti pelaku UMKM dan lainnya yang sangat bergantung pada listrik sangat dirugikan,” ujarnya.

Ia juga mendesak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak. Tuntutan tersebut didasarkan pada kewajiban pelanggan membayar tagihan listrik secara rutin, sementara PLN dinilai gagal memberikan pasokan listrik secara andal.

“Listrik itu kami beli dan kami bayar. Bahkan ketika terlambat membayar, aliran listrik diputus. Lalu bagaimana tanggung jawab PLN?” katanya.

“PLN harus memberikan kompensasi kepada masyarakat Kalteng, khususnya Palangka Raya, yang dirugikan akibat pemadaman listrik ini,” lanjutnya.

Pada aksi sebelumnya, massa membawa sekitar 1.500 bangkai ayam menggunakan mobil pikap dan menumpahkannya di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Bangkai tersebut menjadi simbol kerugian peternak akibat matinya ternak ketika blower kandang tidak beroperasi selama listrik padam.

Massa juga melakukan penyegelan kantor secara simbolis dan memasang tulisan berisi tuntutan kepada PLN. Aksi jilid III akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk meminta penjelasan langsung, menyampaikan tuntutan ganti rugi, dan menagih komitmen pemulihan pasokan listrik dari pimpinan PLN UID Kalselteng. (Gd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال