Murid SD Negeri Terus Menurun di Sejumlah Daerah , Kemendikdasmen Lakukan Pendataan Nasional

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (14/7/2026).Foto/KOMPAS.com/SANIAMASHABI


POSSINDO.COM, NasionalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mendata sekolah dasar negeri (SDN) yang memiliki jumlah murid kurang dari 60 orang menyusul fenomena menurunnya peserta didik baru di sejumlah daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan siswa.

"Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Mu'ti mengungkapkan persoalan tersebut telah dibahas secara informal bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Menurutnya, pemerintah akan menggelar rapat khusus untuk membahas fenomena menurunnya jumlah murid di sekolah dasar negeri.

"Secara non formal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," ujarnya.

Fenomena minimnya peserta didik baru terjadi di sejumlah SD negeri di Pulau Jawa. Salah satunya SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang hanya menerima tiga siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala SDN Purwoyoso 01, Hajar Riatiani, mengatakan awalnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar secara daring. Namun, dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang sehingga hanya tiga siswa yang resmi diterima.

"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa," ujarnya.

Meski hanya menerima tiga siswa, pihak sekolah tetap menyambut mereka secara meriah dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Berapa pun muridnya, tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema. Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga," katanya

Kondisi serupa juga terjadi di SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru bernama Khanza.

Guru kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, Andiyani Mudrikah, mengaku tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik meski jumlah peserta didik sangat sedikit.

"Ya awalnya merasa minder ada. Tapi balik lagi, seberapa pun muridnya, harus tetap semangat, kita layani sebaik-baiknya," ujarnya.

Fenomena serupa juga terjadi di SDN 2 Plandaan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Salah satunya adalah Candra Mohammad Saputra yang datang didampingi kakek dan neneknya pada hari pertama sekolah.

Sumber: detik.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال