BPBD Kerahkan Helikopter Water Bombing Percepat Penanganan Karhutla di Palangka Raya

Helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya, Senin (20/7/2026). Foto/MMC Kota Palangka Raya


POSSINDO.COM, Palangka RayaUpaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus diperkuat. Selain mengandalkan pemadaman melalui jalur darat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bersama BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses petugas di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya luas lahan yang terbakar selama masa siaga karhutla. Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak status siaga ditetapkan pada 1 Juni 2026, total luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai 21,37 hektare. Upaya percepatan pemadaman dilakukan agar api tidak meluas dan memicu bencana kabut asap.

Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan, operasi water bombing menggunakan helikopter milik BNPB difokuskan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Sabaru, Jalan Danau Rangas, dan Jalan Damang Gustaf Erang. Pemadaman dari udara dilakukan untuk membantu menjinakkan titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat akibat kondisi medan.

“Helikopter water bombing diterjunkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran di lokasi yang aksesnya terbatas. Berkat dukungan pemadaman dari udara, titik-titik api yang sebelumnya sulit dijangkau berhasil dikendalikan,” ujar Balap, Senin (20/7/2026).

Meski demikian, sehari setelah operasi water bombing dilaksanakan, petugas gabungan masih terus melakukan pembasahan di lokasi kebakaran. Langkah ini dinilai penting karena sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang berpotensi masih menyimpan bara api di bawah permukaan tanah. Petugas darat tetap bersiaga untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Balap menjelaskan, selama masa siaga karhutla, wilayah dengan luasan kebakaran terbesar berada di Kelurahan Bukit Tunggal. Di lapangan, tim gabungan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, keterbatasan sumber air, hingga kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau. Situasi tersebut menyebabkan api lebih cepat merambat sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Menurutnya, operasi water bombing akan kembali dilakukan apabila jumlah titik api meningkat atau kebakaran terjadi di kawasan yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.

Sumber: MMC Kota Palangka Raya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال