Bursa Asia Menguat Usai Harga Minyak Turun, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Ilustrasi papan perdagangan saham di bursa Asia . Foto/./Bloomberg-Noriko Hayashi


POSSINDO.COM, Ekonomi
 – Bursa saham Asia kompak menguat karena penurunan harga minyak di tengah jeda pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama akhir pekan. Selain itu, para pelaku pasar juga menanti pekan yang padat dengan laporan keuangan perusahaan-perusahaan berkapitalisasi raksasa dan rapat Federal Reserve.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,24 persen, Topix menguat 0,60 persen, Indeks Kospi bertambah 0,44 persen, sedangkan Indeks Kosdaq yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,49 persen. Sementara itu, Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,97 persen.

Mengutip CNBC Internasional, harga minyak merosot setelah Iran menyatakan akan menghentikan serangan selama Amerika Serikat juga tetap menahan diri dari pertempuran, menyusul eskalasi konflik yang berlangsung hampir dua pekan.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun lebih dari 5 persen menjadi sekitar US$92 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 5 persen menjadi sekitar US$85 per barel.

Meski demikian, ketegangan di kawasan lain meningkat setelah Ukraina menyerang sebuah kapal komersial Iran di Laut Kaspia. Insiden tersebut mendorong Teheran menuduh Kyiv melakukan tindakan bermusuhan dan kriminal.

Sementara itu, CME FedWatch Tool menunjukkan Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya pada Rabu waktu setempat. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada September, namun pasar juga mulai memperhitungkan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan ini.

Sumber: cnbcindonesia.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال