Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Bisnis, FIFA Diprediksi Raup Pendapatan Terbesar

 

Presiden FIFA Gianni Infantino. Foto/FIFA/Marcio Machado

POSSINDO.COM, Olahraga - Piala Dunia 2026 bukan hanya pesta sepak bola terbesar sepanjang sejarah dengan 48 peserta, tetapi juga mesin uang bernilai miliaran dolar.

Di balik gemerlap pertandingan, turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko melahirkan pihak-pihak yang meraup untung besar, sekaligus mereka yang justru harus menelan kerugian. FIFA menjadi pemenang terbesar.

Setelah mencatat pendapatan rekor USD7,6 miliar (Rp136 Triliun) pada Piala Dunia 2022, badan sepak bola dunia itu diperkirakan melampaui angka tersebut pada edisi 2026. Mengutip laporan BBC, Jumat (17/7/2026), pendapatan berasal dari hak siar, sponsor, tiket, lisensi, hingga komisi penjualan tiket resmi.

Di sisi lain, para suporter menjadi pihak yang paling terbebani. Harga tiket melonjak tajam akibat sistem dynamic pricing. Tiket final bahkan dijual resmi hingga USD32.970, sementara di pasar sekunder ada yang ditawarkan lebih dari USD2 juta. Belum lagi biaya transportasi, hotel, dan makanan yang ikut membengkak.

Penyiar dan sponsor juga menikmati cuan besar. Jeda hidrasi yang diterapkan FIFA membuka ruang iklan baru bernilai ratusan juta dolar. Di Amerika Serikat, slot iklan 30 detik saat Piala Dunia dihargai hingga USD750 ribu untuk laga-laga besar, menjadikan jeda hidrasi sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Mantan kapten Inggris David Beckham juga termasuk pemenang. Meski sudah lama pensiun, ikon sepak bola itu tetap menjadi wajah berbagai kampanye iklan selama turnamen. Nilai komersialnya terus meningkat, didukung kepemilikannya di Inter Miami yang kini menjadi salah satu klub paling bernilai di Major League Soccer.

Sumber : sindonews.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال