
Manager
PT PLN Nusantara Power UP (PLTU) Pulang Pisau Warhamna, Minggu (5/7/2026). Foto/Dk
POSSINDO.COM, Pulang Pisau – PT PLN Nusantara Power UP (PLTU) Pulang Pisau menampilkan berbagai produk hasil binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada Handep Hapakat Fair 2026 yang digelar di Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (5/7/2026).
Produk yang dipamerkan berasal dari sejumlah kelompok binaan, mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Mintin, kelompok hidroponik, hingga karya siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Manager PT PLN Nusantara Power UP (PLTU) Pulang Pisau, Warhamna, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM binaan yang dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang.
"Kita coba memberdayakan ini ya, ini tanaman hidroponik. Mana produknya tanaman-tanaman segar yang sebenarnya masih bisa kita kembangkan. Kalau di-packaging, dijual ke supermarket masih memungkinkan. Ini bisa kita kembangkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, produk yang dipasarkan di stan PLTU merupakan hasil binaan CSR, di antaranya olahan pangan dari KWT Desa Mintin yang beranggotakan 20 orang, seperti nugget pakcoy, keripik kelakai, stik ubi ungu, dan emping jagung. Selain itu, terdapat pula hasil karya siswa SLB berupa tas, dompet, topi, dan anyaman, serta produk sayuran dari kelompok hidroponik yang beranggotakan 15 orang.
Menurutnya, selain meningkatkan kualitas produk, aspek kemasan juga menjadi perhatian agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Yang jelas kemasannya harus terkini ya. Karena orang itu melihatnya pertama kali melihat produk itu pasti dari kemasan. Kemasannya menarik, ya orang mungkin akan mencoba. Kalau semakin rasanya enak, ya semakin akan ini lagi gitu ya. Itu yang akan kita dorong," jelasnya.
Warhamna menambahkan, seluruh program pemberdayaan tersebut didukung melalui anggaran CSR yang dialokasikan setiap tahun. Pendampingan akan terus dilakukan hingga kelompok binaan mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.
"Iya, dari CSR. Kita sebenarnya tiap tahun itu mengalokasikan untuk pemberdayaannya tadi ya. Nah, bagaimana untuk peningkatan. Nanti kalau sudah mereka berdiri di kaki sendiri, ya kita akan lepas," pungkasnya. (Dk)

