Prabowo Guyon Minta Menteri Bekerja Baik: “Banyak yang Ingin Menggantikan Saudara”

Prabowo saat meresmikan peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Foto/Setneg
 

POSSINDO.COM, Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada jajaran menterinya agar terus bekerja dengan baik dan benar. Ia mengingatkan bahwa banyak pihak yang disebutnya siap menggantikan posisi mereka di pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

“Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” kata Prabowo sembari tertawa.

Prabowo mengatakan, jajaran Kabinet Merah Putih dituntut untuk memiliki komitmen dan kesiapan bekerja keras dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, hampir tidak ada waktu libur bagi jajaran pemerintahannya. Bahkan, hari libur nasional tetap dimanfaatkan untuk menjalankan tugas dan mengabdi kepada masyarakat.

Ia mencontohkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan hari peluncuran program PLTS tersebut. Meskipun merupakan hari libur nasional, kegiatan pemerintahan tetap berjalan.

“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah dan itu risiko, risiko pengabdian,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Prasetyo menyebut Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS berkapasitas total 100 GWp dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2029.

Pembangunan tersebut diproyeksikan memberikan efisiensi biaya listrik hingga sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

“Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun,” ucap Prasetyo.

Sumber : cnnindonesia.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال