Beras Mulai Naik di Pasar, Pemerintah Tambah Pasokan hingga Desember

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto/IST

POSSINDO.COM, Ekonomi - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui harga beras di pasar mulai naik Rp100-Rp200 per kilogram (kg).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyebut kenaikan ini terjadi karena produksi petani menurun di tengah musim kemarau kering atau paceklik.

"Tahun ini kering, hampir tidak ada lagi sawah yang petani yang produksi, yang kita sebut paceklik, atau gadu. Jadi enggak ada produksi. Oleh karena itu, karena supply and demand, ya, tidak ada produksi, pasti harganya (beras) naik. Ada naik Rp100, ada Rp200," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Menurut Zulhas, kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika Indonesia mengalami kemarau basah. Saat itu, hujan masih turun hingga Desember sehingga petani tetap dapat menanam padi dan pasokan beras dari produksi petani masih tersedia di pasar.

Untuk meredam kenaikan harga akibat minimnya pasokan, pemerintah memutuskan menambah alokasi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Beras subsidi tersebut akan digelontorkan ke pasar untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Zulhas mengatakan tambahan pasokan itu diharapkan dapat menekan kembali harga beras yang mulai bergerak naik. Beras SPHP medium yang disubsidi pemerintah ditargetkan dijual di pasar sekitar Rp12 ribu-Rp12.500 per kg.

"Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan kita tambah suplainya untuk yang beras subsidi yang kita kenal dengan SPHP. Kita tambah lagi tadi 1 juta, 1 juta SPHP medium," ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال