TNI AD Tindak Tegas Oknum Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud, Enam Orang Sudah Jadi Tersangka

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi Mengatakan, TNI AD Berkomitmen Tindak Tegas Prajurit yang Menganiaya Relawan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Foto/lintastungkal.com

POSSINDO.COM, Nasional -Tujuh relawan calon presiden-calon wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD dianiaya sejumlah prajurit Yonif 408/Raider di depan Markas Kompi Yonif 408/Raider, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12/2023).

Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, prajurit TNI yang diduga terlibat penganiayaan itu berjumlah 15 orang dan berasal dari Kompi B Yonif 408/Suhbrastha. Wiweko menjelaskan, penganiayaan tersebut bermula ketika anggota Kompi B Yonif 408/Suhbrastha sedang melaksanakan olahraga bola voli pada Sabtu pukul 11.19 WIB.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, TNI AD berkomitmen menindak tegas prajurit yang menganiaya relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Siapa pun nanti oknum anggota yang terbukti bersalah dalam kasus penganiayaan tersebut, tentu akan diambil langkah dan tindakan tegas sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Kristomei melalui pesan tertulis, Selasa (2/1/2024).

Terbaru, TNI AD melalui Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/Surakarta telah menetapkan enam tersangka, yakni Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F, dan Prada M.

“(Mereka) ditahan sementara selama 20 hari untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kristomei.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro Kolonel Richard Harison mengatakan, kasus penganiayaan tersebut selanjutnya akan diserahkan ke Oditur Militer sebelum disidangkan di pengadilan militer. Richard menyebutkan, proses hukum terhadap enam prajurit Kompi B Batalyon Infanteri 408/Raider Kodam IV/Diponegoro dipastikan berjalan independen.

"TNI, dalam hal ini Kodam IV/ Diponegoro, tidak melakukan intervensi," kata Richard, Selasa.

Sumber : Kompas.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال