Mengenal Apa Itu Doomscrolling Serta Dampak Bagi Kesehatan Mental

Istilah "Doomscrolling" Pertama Kali Muncul pada Awal Tahun 2020. Foto/Ilustrasi/Net

POSSINDO.COM, Ragam -Istilah "doomscrolling" pertama kali muncul pada awal tahun 2020, ketika dunia memasuki masa pandemi akibat Covid-19.

Apa itu doomscrolling?

Doomscrolling adalah kecenderungan kita menghabiskan banyak waktu online untuk mengonsumsi berita negatif dan merasa seperti tidak bisa melepaskan diri dari semua berita utama yang mengerikan.

Saat melakukan doomscroll, kita mungkin juga mengatakan pada diri sendiri bahwa kita hanya melakukannya untuk mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi di dunia. Tetapi, ada sesuatu yang lebih dalam yang berperan.

Seorang psikolog Susan Albers, PsyD, menjelaskan lebih lanjut mengenai doomscrolling.

"Saat kita tertekan, kita sering mencari informasi yang dapat mengonfirmasi apa yang kita rasakan," kata Albers.

"Doomscrolling beroperasi dengan pola pikir yang sama. Jika kita merasa negatif, maka membaca berita negatif hanya akan mengonfirmasi apa yang kita rasakan," terangnya.

Dan setelah melakukannya beberapa kali, hal ini dapat dengan mudah menjadi kebiasaan, mengunci kita ke dalam lingkaran perasaan buruk dan kemudian membaca berita untuk mengonfirmasi bahwa kita seharusnya merasa buruk.

"Sering kali kita mungkin tidak sadar bahwa kita melakukannya. Tapi itu menjadi kebiasaan. Begitu kita memiliki waktu luang, kita akan mengambil ponsel dan mulai menggulir tanpa benar-benar menyadarinya," ujar Albers.

Meski siapa pun bisa terjerumus ke dalam kebiasaan doomscrolling, hal ini juga bisa menjadi fungsi dari gangguan obsesif-kompulsif (OCD), kondisi kesehatan mental yang mengakibatkan kita melakukan perilaku berulang.

Dalam skenario ini, menurut Albers, otak terus berputar-putar pada topik tertentu, mirip dengan menggulir tanpa henti. Perilaku ini sebenarnya bukan tentang mencari berita, melainkan tentang mencoba mengurangi kecemasan.

Dampak doomscrolling bagi kesehatan mental

-Memperburuk masalah kesehatan mental

-Mengakibatkan insomnia

-Mengacaukan pikiran


Sumber : kompas.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال