| Ilustrasi pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan Garuda Indonesia.Foto/Ist |
POSSINDO.COM, Ekonomi
- Program loyalitas GarudaMiles turut memperluas ekosistem layanan dengan
peningkatan anggota sebesar 16% secara YoY dan peningkatan mitra kerja sebesar
59% secara YoY.
Konsistensi OTP sebagai core value Perusahaan juga terus
dioptimalkan dengan capaian rata-rata OTP hingga Oktober 2025 mencapai 82,47%
di mana pada tahun ini Garuda juga turut mencatatkan capaian OTP tertinggi
sebesar 98,39% pada bulan Mei 2025 lalu.
"Garuda Indonesia juga turut mempertahankan peringkat
idBBB stable outlook, yang sekaligus menegaskan ketahanan finansial,
keberlanjutan operasional, serta komitmen Garuda Indonesia sebagai grup
penerbangan nasional," rinci Glenny.
Seluruh unit usaha, termasuk Citilink, GMF AeroAsia, dan
Asyst, turut memperkuat ekosistem penerbangan terintegrasi. Secara keseluruhan,
capaian ini menunjukkan komitmen dan keberlanjutan Garuda Indonesia dalam
mempertahankan operasi pasca restrukturisasi, serta terus meningkatkan nilai
Garuda Indonesia Group sebagai grup penerbangan nasional.
Meskipun masih terdapat tekanan loss pada tahun buku
berjalan, Garuda Indonesia terus berada pada jalur pemulihan yang sesuai pasca
restrukturisasi, dengan tren operasional dan pendapatan yang konsisten membaik.
Penurunan beban usaha, tren peningkatan utilisasi armada, serta pertumbuhan
load factor menunjukkan fundamental bisnis yang semakin solid, sekaligus
memperkuat keyakinan menuju profitabilitas berkelanjutan.
Di sisi yang lain, dengan jumlah gap armada yang serviceable
dan faktor eksternal seperti kurs, harga bahan bakar, dan biaya perawatan masih
memberi tekanan pada pembukuan, namun Perusahaan mampu menjaga fondasi bisnis
yang solid melalui penguatan efisiensi, produktivitas armada dan crew, serta
optimalisasi pendapatan penumpang dan kargo. Momentum ini didukung sinergi
pemangku kepentingan yang semakin konstruktif.
Sejalan dengan itu, Garuda Indonesia Group memfokuskan
sejumlah agenda pilar strategis untuk memperkuat daya saing dan transformasi
kinerja yakni optimalisasi jaringan dan rute penerbangan, optimalisasi
frekuensi dengan basis profitabilitas yang sustain, termasuk melalui segmentasi
charter, ancillary revenue, hingga optimalisasi keterisian kursi melalui
strategic pricing yang presisi.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro,
menegaskan transformasi 2025 tidak hanya
berbasis pada optimalisasi kekuatan alat produksi dan profitabilitas tetapi
juga pada fondasi tata kelola dan kinerja yang berkelanjutan.
"Kekuatan kinerja operasional harus berjalan seiring
dengan governance excellence, disiplin finansial, accountability business
process dan penguatan value creation. Setiap inisiatif operasional harus
menghasilkan added value yang terukur baik bagi pengguna jasa, investor, maupun
ekosistem aviasi nasional," jelas Thomas.
Menurutnya, dengan tata kelola yang semakin kuat dan fokus
bisnis yang berbasis data driven market yang reliable, Garuda Indonesia Group
akan berdiri sebagai maskapai dengan nilai tambah tinggi, fondasi finansial
yang lebih sehat, dan daya saing global yang semakin solid.
Aksi Korporasi
Perkuat Ekuitas dan Portofolio Grup
Dalam roadmap pemulihan ekuitas, Garuda Indonesia melalui
lini usahanya sedang memfinalisasi rencana inbreng aset GMF AeroAsia dan API
(Angkasa Pura Indonesia) yang akan memperkuat penguatan kinerja operasi
khususnya kelancaran operasional secara grup, serta mendukung basis kinerja
likuiditas GMF secara konsolidasi, dan memperkuat kondisi keuangan untuk
keberlanjutan usaha.
Aksi ini sejalan dengan rencana PMHMETD sebanyak 124,27
miliar saham Seri B, di mana GMF AeroAsia akan menerima aset non-tunai berupa
lahan 972.123 meter persegi senilai Rp5,66 triliun dari API. Langkah ini
diproyeksikan mendorong fundamental GMF secara signifikan, membalikkan posisi
ekuitas dari minus US$248,99 juta menjadi positif US$102,87 juta.
Thomas menambahkan, progress roadmap bisnis yang semakin
solid, percepatan perbaikan posisi ekuitas positif kami harapkan dapat terwujud
dalam waktu yang tidak lama lagi. Hal ini tentunya diperkuat dengan pengelolaan
berbagai indikator kinerja yang prudent, holistik serta membawa semangat tumbuh
bersama dalam perspektif kinerja grup.
"Hal ini yang kami yakini akan membawa Garuda Indonesia
memasuki fase transformasi ketahanan finansial yang lebih kuat, sustain, dan
semakin baik lagi. Lebih lanjut, proses rights issue sebelumnya telah kami
laksanakan melalui GMF sebagai bagian dari rangkaian aksi korporasi di lini
anak usaha kami pada akhir Oktober lalu. Ke depan, sejalan dengan roadmap aksi
korporasi 2026 dalam penguatan kinerja bisnis secara grup, tidak menutup
kemungkinan akan dilakukan aksi korporasi lanjutan guna memperkuat kinerja
bisnis grup. Namun demikian, seluruh opsi tersebut masih akan dikaji dan dibahas
lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan terkait," lanjut Thomas.
Dengan fundamental yang semakin solid dan sinergi grup yang
kian kuat, Garuda Indonesia Group menatap fase transformasi berikutnya dengan
optimisme yang terukur. 2025 menjadi momentum penting untuk mempercepat
pemulihan ekuitas dan memperkuat daya saing. Kami berkomitmen hadir sebagai
maskapai kebanggaan nasional yang tangguh secara finansial, unggul dalam
layanan, dan berkontribusi nyata bagi konektivitas serta ekonomi Indonesia.
