Purliani Thea Nilai Distribusi Pupuk Bersubsidi Masih Memberatkan Petani

Anggota DPRD Barsel Purliani Thea. Foto/Ist

POSSINDO.COM, Buntok – Legislator Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Purliani Thea, kembali menyoroti persoalan sulitnya akses pupuk bersubsidi yang hingga kini masih menjadi beban bagi para petani, khususnya yang tinggal di wilayah bantaran Sungai Barito.

Menurut Purliani Thea, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi semata, tetapi juga berdampak langsung pada meningkatnya beban ekonomi petani setiap memasuki musim tanam.

“Para petani terutama yang berada di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito mengalami kesulitan akibat jauhnya jarak tempuh untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut,” kata Purliani Thea, baru-baru ini.

Keluhan tersebut ia terima secara langsung saat melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) I bersama sejumlah anggota DPRD Barito Selatan. Dalam pertemuan itu, para petani menyampaikan bahwa selama ini mereka harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mengambil pupuk bersubsidi.

Dijelaskan, titik pengambilan pupuk berada di kantor balai benih di Desa Mangaris, Kecamatan Dusun Selatan, dengan jarak sekitar 20 kilometer dari Kota Buntok. Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan petani karena harus menanggung biaya tambahan.

Selain biaya transportasi darat dari Buntok, petani yang tinggal di desa-desa bantaran sungai juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar perahu atau kelotok. Situasi ini, menurut Purliani, paling dirasakan oleh warga Desa Tanjung Jawa, di mana hampir 90 persen penduduknya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Purliani Thea menilai, pola distribusi pupuk bersubsidi seperti saat ini sudah tidak relevan dan justru menyulitkan petani yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan kemudahan akses.

Ia menekankan perlunya terobosan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar sistem penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar mendekatkan layanan kepada masyarakat pedesaan.

“Kalau bisa, jarak tempuh dalam pengambilan pupuk diperpendek,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap, di tengah inflasi sektor pangan dan meningkatnya biaya produksi pertanian, pemerintah dapat segera menata ulang skema distribusi pupuk bersubsidi agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, perbaikan sistem penyaluran pupuk sangat dibutuhkan agar petani di bantaran Sungai Barito tidak terus berada dalam posisi sulit setiap kali membutuhkan pupuk bersubsidi untuk mendukung produktivitas pertanian mereka.
(Budi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال