Kolaborasi Pemkab dan Mitra, Trauma Healing Anak Terdampak Banjir Digelar di 10 Desa

Anak-anak SD Negeri Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi, mengikuti kegiatan trauma healing dengan berbagai aktivitas edukatif dan permainan pascabanjir. Foto/MC Balangan
 

POSSINDO.COM, Balangan - Pemerintah Kabupaten Balangan berkolaborasi dengan berbagai pihak melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak banjir dan banjir bandang. Kegiatan pemulihan psikologis ini dilaksanakan di SD Negeri Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi, sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak bangkit pascabencana.

Puluhan siswa mengikuti rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif yang digelar di halaman sekolah. Beragam aktivitas seperti menggambar, menulis, bernyanyi, hingga permainan kelompok disambut antusias oleh para murid. Keceriaan pun tampak perlahan menghapus rasa cemas dan trauma yang sempat dirasakan anak-anak setelah bencana melanda daerah mereka.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, Rahmi, Senin (19/1/2026), menyampaikan bahwa pendampingan psikososial menjadi perhatian utama pemerintah daerah pada masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis akibat bencana. Oleh karena itu, melalui kegiatan trauma healing ini diharapkan mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta siap melanjutkan proses belajar dan aktivitas sehari-hari.

Rahmi menambahkan, program trauma healing dilaksanakan secara berkelanjutan di 10 desa yang terdampak banjir, dengan satu lokasi berada di Kecamatan Halong dan sembilan lokasi lainnya di Kecamatan Tebing Tinggi.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Balangan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APPKBPMD) untuk memperkuat pendampingan terhadap anak-anak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan, Bejo Priyogo, menjelaskan bahwa pihaknya turut melibatkan psikolog dari Provinsi Kalimantan Selatan. Pendekatan pemulihan dikemas secara menyenangkan agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan bebas dan merasa lebih aman.

Selain itu, BPBD Balangan juga bekerja sama dengan Bank Kalsel sebagai mitra pendukung. Bank Kalsel menyalurkan bantuan berupa 1.500 set alat tulis warna kepada anak-anak korban banjir di 10 desa terdampak. Bantuan tersebut bernilai total Rp30 juta dan bersumber dari Dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Pemerintah Kabupaten Balangan berharap, pemulihan kondisi psikologis anak-anak dapat berjalan seiring dengan proses rehabilitasi fisik pascabencana, sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.(Wahid)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال