POSSINDO.COM, Kuala Kapuas – Wakil Bupati Kapuas memaparkan potensi, capaian, serta tantangan pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan padi, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam Lokasi Cetak Sawah, Optimalisasi Lahan, dan Lahan Sawah Reguler Provinsi Kalimantan Tengah.
Rapat koordinasi tersebut digelar di Kabupaten Kapuas dan dihadiri Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Penjabat Satgas Swasembada Pangan kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, unsur TNI, kepala perangkat daerah, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kapuas menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki 17 kecamatan yang terdiri dari 12 kecamatan pasang surut dan 5 kecamatan non pasang surut. Kondisi tersebut menjadikan Kapuas sebagai kawasan strategis dan potensial untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.
“Dalam enam tahun terakhir, kontribusi sektor tanaman pangan, khususnya padi, berkisar antara 40 hingga 45 persen terhadap produksi pangan di Kalimantan Tengah. Kabupaten Kapuas dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan dan lumbung pangan daerah,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Kapuas merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Dengan ketersediaan lahan yang luas, Kapuas diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Berdasarkan data ATR/BPN, luas lahan baku sawah di Kabupaten Kapuas mencapai 45.012 hektare. Pada tahun 2025, target Luas Tambah Tanam (LTT) ditetapkan sebesar 70.000 hektare, dengan realisasi mencapai 69.620,54 hektare atau 99,45 persen dari target.
Wakil Bupati menjelaskan, sentra utama produksi padi berada di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Kawasan ini mencakup sekitar 57,3 persen dari total luas lahan baku sawah dan menyumbang 67,12 persen produksi padi Kabupaten Kapuas, dengan Indeks Pertanaman rata-rata 1,63.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan bantuan alat dan mesin pertanian sepanjang tahun 2025, termasuk traktor, combine harvester, rice transplanter, hingga drone pertanian, serta bantuan sarana produksi pertanian untuk kegiatan Cetak Sawah Rakyat dan optimalisasi lahan.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Kapuas menyampaikan optimisme bahwa melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, seluruh potensi lahan dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Kabupaten Kapuas sebagai lumbung pangan di tingkat provinsi maupun nasional.(Lukman)
