![]() |
|
Juda Agung di Istana Negara, Kamis (5/2/2026). Foto/YouTUbe/Sekretariat Presiden |
POSSINDO.COM, Nasional – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) mendampingi Purbaya Yudhi Sadewa dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Kamis (5/2/2026).
Sebelum dilantik, nama Juda Agung memang telah disebut-sebut sebagai calon kuat Wamenkeu menggantikan Thomas Djiwandono. Thomas sendiri telah terpilih oleh DPR RI sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), jabatan yang sebelumnya diemban oleh Juda Agung.
Juda Agung diketahui telah mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari 2026, seiring dengan penugasan barunya di Kementerian Keuangan. Usai pelantikan, Juda pun buka suara terkait alasan pengunduran dirinya dari Bank Indonesia.
“Ya memang ketika saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan, sehingga ketika itu saya mengundurkan diri, dan sekarang sudah dilantik,” kata Juda Agung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menegaskan, pengunduran diri tersebut dilakukan karena tidak dimungkinkan adanya perangkapan jabatan antara dua institusi yang memiliki otoritas berbeda.
“Alasan pengunduran diri jelas karena saya ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan, tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dua otoritas berbeda,” tambahnya.
Sementara itu, beredarnya anggapan adanya “tukar guling” jabatan antara Juda Agung dan Thomas Djiwandono turut mendapat perhatian publik. Pasalnya, Thomas kini mengisi posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Juda, sementara Juda menempati jabatan Wamenkeu yang sebelumnya dipegang Thomas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Ia mengakui adanya pergantian posisi antara keduanya, namun menegaskan hal tersebut bukanlah bentuk tukar guling jabatan.
“Pak Juda tugasnya akan menggantikan Pak Thomas. Jadi kan seperti switch ya,” ujar Purbaya.
Namun demikian, Purbaya menegaskan bahwa pergantian tersebut murni didasarkan pada kecocokan kompetensi dan kebutuhan organisasi, bukan pertukaran jabatan semata.
“Bukan tukar guling, kebetulan saja kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas, jadi ditaruh di situ daripada saya pusing-pusing cari,” jelasnya.
Terkait penunjukan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, Purbaya menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau itu kan hak prerogatif presiden, saya ikut saja,” tegas Purbaya.
Dengan pelantikan ini, Juda Agung resmi menjalankan tugas barunya di Kementerian Keuangan, khususnya dalam pengelolaan sektor finansial dan kebijakan keuangan global.
Sumber: Finannce.detik.com
