
Kecamatan
Tebing Tinggi menerapkan inovasi unggulan bernama Klinik Monalisa (Monitoring
dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa). Foto/MC Balangan
POSSINDO.COM, Balangan - Dalam upaya meningkatkan efektivitas pembangunan serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, Kecamatan Tebing Tinggi meluncurkan inovasi unggulan Klinik Monalisa (Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa).
Inovasi ini dirancang sebagai jawaban atas keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa, sekaligus kompleksitas prosedur pertanggungjawaban keuangan yang selama ini kerap menjadi tantangan dalam pelaksanaan program pembangunan.
Salah satu keunggulan utama Klinik Monalisa terletak pada pembaruan sistem pelayanannya. Jika sebelumnya monitoring dan konsultasi dilakukan secara tatap muka, sejak 2024 inovasi ini mengadopsi sistem konsultasi daring melalui tautan Google Form.
Melalui mekanisme tersebut, aparatur desa dapat menyampaikan permasalahan beserta data pendukung tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan. Sistem ini dinilai mampu mengefisienkan waktu, mempercepat koordinasi secara real-time, serta mempermudah proses rekomendasi dan pengajuan pencairan Dana Desa dengan akses regulasi terbaru berbasis digital.
Inisiator Klinik Monalisa, Pahriansyah, menjelaskan bahwa inovasi ini memiliki tujuan strategis untuk memastikan pemanfaatan Dana Desa benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Klinik Monalisa berfokus pada pemantauan langsung hasil kegiatan fisik di lapangan guna memperoleh gambaran realisasi yang akurat sebagai bahan evaluasi, membangun mekanisme pengendalian yang terintegrasi untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan keuangan desa, serta memberikan pembinaan intensif kepada perangkat desa terkait tata kelola keuangan yang sesuai regulasi.
Ia menambahkan, Klinik Monalisa memiliki nilai tambah dibandingkan sistem monitoring konvensional karena melibatkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tenaga Pendamping Profesional dari Kementerian Desa dalam setiap proses pendampingan.
Sejumlah manfaat nyata telah dirasakan desa-desa di Kecamatan Tebing Tinggi, antara lain memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan, meningkatkan kualitas laporan pertanggungjawaban keuangan agar sesuai ketentuan, serta membantu desa mengidentifikasi potensi lokal yang belum tergarap melalui observasi langsung di lapangan.
Keberhasilan inovasi ini tercermin dari capaian tahun 2024, di mana tingkat serapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik mencapai 90 persen. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 95 persen pada tahun 2025.
Melalui penerapan Klinik Monalisa, Kecamatan Tebing Tinggi berharap Indeks Desa Membangun (IDM) di seluruh wilayahnya terus meningkat, sejalan dengan visi pembangunan daerah “Membangun Desa, Menata Kota”.(Wahid)