Klarifikasi SPPG Selat Hilir 01 Terkait Dugaan Roti Berjamur pada Menu MBG

SPPG Selat Hilir 01 Klarifikasi Dugaan Roti Berjamur dalam Program MBG. Foto/IST
 

POSSINDO.COM, Kuala Kapuas – Terkait beredarnya dugaan roti berjamur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala SPPG Kapuas Selat Hilir 01, Raihan Aditya, memberikan penjelasan rinci mengenai menu dan sistem distribusi yang diterapkan.

Raihan menjelaskan bahwa roti yang dipersoalkan merupakan menu “roti gembung” yang dibagikan pada Senin, 23 Februari 2026. Dalam paket tersebut, setiap siswa menerima tiga roti sekaligus untuk kebutuhan selama tiga hari, yakni 23 hingga 25 Februari 2026.

“Menu roti gembung tersebut memang dibagikan pada hari Senin, 23 Februari 2026, dengan sistem rapelan untuk tiga hari,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa roti termasuk kategori menu kering yang memiliki daya simpan terbatas dan sangat dipengaruhi oleh suhu serta cara penyimpanan. Apabila disimpan lebih dari dua hari, terutama di tempat yang lembap, potensi pertumbuhan jamur akan meningkat.

Menurut Raihan, terdapat dua kemungkinan terkait temuan roti berjamur tersebut. Pertama, apakah roti sudah dalam kondisi berjamur sejak hari pertama dibagikan pada 23 Februari 2026. Jika hal itu terjadi, maka sepenuhnya menjadi kelalaian dari pihak SPPG.

Namun kemungkinan kedua, roti mengalami perubahan setelah melewati masa simpan akibat faktor penyimpanan, seperti suhu ruangan dan tingkat kelembapan.

“Roti memiliki daya tahan yang sangat dipengaruhi tempat penyimpanan. Jika disimpan di tempat lembap, risiko tumbuh jamur tentu lebih besar,” jelasnya.

Raihan mengaku menyesalkan kejadian tersebut, meskipun pihaknya menilai ada faktor di luar kendali SPPG. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap bertanggung jawab melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa.

Sebagai langkah perbaikan, mulai pekan depan SPPG Selat Hilir 01 tidak lagi menerapkan sistem pembagian menu rapel tiga hari untuk jenis makanan kering seperti roti. Distribusi akan dilakukan setiap hari agar kualitas dan kesegaran bahan lebih terjamin.

“Kami berkomitmen untuk lebih memperhatikan menu kering ke depan. Mulai minggu depan, tidak ada lagi sistem rapel tiga hari. Distribusi akan dilakukan setiap hari agar kualitas lebih terjaga,” tegas Raihan.

Pihak SPPG berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama dalam menjaga mutu Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kapuas.(Lukman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال