![]() |
| Ilustrasi Pembangkit listrik tenaga nuklir.Foto/Globalenergi.com |
POSSINDO.COM, Ekonomi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan komitmen serius Indonesia untuk segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pemerintah menargetkan infrastruktur energi strategis ini sudah dapat terhubung ke jaringan listrik nasional (on-grid) paling lambat pada tahun 2032 mendatang.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pada tahap awal, PLTN ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 500 megawatt. Kapasitas tersebut diproyeksikan menjadi tonggak awal transisi energi bersih di Indonesia yang lebih stabil dan berkelanjutan.
"On-grid-nya 2032. Jadi masuk grid 2032 berarti harus sudah commissioning 2032. Ini target tercepat. Dari perencanaan nuklir, ada 500 megawatt," ujar Eniya dalam keterangannya yang dikutip melalui kanal resmi Kementerian ESDM, Minggu (15/2/2026).
Terkait lokasi pembangunan, pemerintah telah mengidentifikasi dua wilayah potensial yang dinilai cocok, yakni Provinsi Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, Eniya menegaskan bahwa penetapan lokasi final baru akan diputuskan sekitar pertengahan tahun ini setelah melalui serangkaian kajian teknis dan geologi yang mendalam.
Secara administratif, pemerintah tengah mempercepat pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). Saat ini, draf Peraturan Presiden (Perpres) terkait NEPIO sudah berada di meja Presiden dan tinggal menunggu proses pengesahan melalui tanda tangan kepala negara.
Setelah Perpres ditetapkan, Kementerian ESDM akan membentuk enam kelompok kerja (Pokja) melalui Keputusan Menteri. Masing-masing Pokja memiliki tanggung jawab spesifik, mulai dari penentuan lokasi tapak, pengurusan perizinan, hingga penyusunan struktur pembiayaan (financial structure), baik melalui skema Government to Government (G2G) maupun Business to Business (B2B).
Sumber: Globalenergi.com
