
Harga
Emas Antam Terkoreksi. Foto/iStockphoto
POSSINDO.COM, Ekonomi - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat terkoreksi tajam sebesar Rp260 ribu menjadi Rp2,860 juta pada Sabtu (31/1) lalu.
Padahal, harga emas mencetak rekor tertinggi di angka Rp3,168 juta pada Kamis (29/1).
Gejolak harga emas ini memicu pertanyaan apakah penurunan ini tergolong wajar atau justru menjadi sinyal perubahan tren.
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita mengatakan pergerakan harga emas yang cukup tajam beberapa waktu belakangan merupakan cerminan dinamika global yang cukup dinamis dan sangat cair.
Ronny menerangkan hal ini terjadi karena perpaduan antara ketidakpastian yang meningkat, pergeseran aset bank-bank sentral ke safe haven, dan menurunnya daya tarik imbal hasil (yield) obligasi.
Kemudian, ia menyampaikan koreksi cepat harga emas ke harga Rp2,860 juta pada Sabtu (31/1) lalu terjadi karena kombinasi aksi ambil untung (profit taking) dan perubahan ekspektasi pasar.
"Ketika harga emas naik terlalu cepat dan terlalu tinggi, investor jangka pendek cenderung mengunci keuntungan," terangnya.
Pada saat yang sama, menurutnya, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield obligasi global yang tipis, membuat emas menjadi relatif kurang menarik karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Kendati demikian, Ronny menyebut gejolak harga emas saat ini merupakan koreksi teknikal yang tergolong masih sehat.
"Lihat saja yield surat utang pemerintah Jepang yang bergerak sangat cepat mendekati 4 persen, misalnya. Jadi ini lebih tepat dibaca sebagai koreksi teknikal yang masih tergolong sehat, bukan pembalikan tren besar," kata Ronny.
Sumber : cnnindonesia.com