Pemkab Balangan Perkuat SPIP Terintegrasi, 16 SKPD Sudah Masuk Tahap Penilaian

Pembinaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Senin (27/4/2026). Foto/Mc.Balangan
 

POSSINDO.COM, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi yang digelar di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Senin (27/4/2026).

Bupati Balangan, Abdul Hadi, menyampaikan bahwa saat ini pelaksanaan SPIP telah memasuki tahap penilaian mandiri melalui pengisian kertas kerja oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

“Proses penilaian mandiri sudah berjalan. Saat ini 16 SKPD telah menyampaikan kertas kerja dan sedang dalam tahap verifikasi serta rekapitulasi oleh Bapperida. Kami berharap 10 SKPD lainnya segera menyusul,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan SPIP dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan menetapkan enam sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur dan lingkungan hidup berkelanjutan, ekonomi inklusif, serta tata kelola pemerintahan.

Menurut Abdul Hadi, kehadiran tim BPKP Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan dapat dioptimalkan untuk memperkuat sistem pengendalian internal di daerah, sehingga mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Ayi Riyanto, menyampaikan bahwa pembinaan SPIP bertujuan membangun tata kelola pemerintahan yang baik melalui sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan, implementasi SPIP harus terintegrasi dalam seluruh proses pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga pelaporan pertanggungjawaban.

“Di setiap tahapan harus ada pengendalian yang berjalan dan saling terhubung. Jika SPIP tidak diterapkan dengan baik, maka pencapaian tujuan pemerintahan bisa terganggu,” jelasnya.

Melalui penguatan SPIP ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Balangan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.(Wahid)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال