Perempuan di Balik Proyek : Kisah Inspiratif Marissa Christy Dari Dunia Medis Ke Bidang Konstruksi

Marissa Christy, Ns., M.M Ketua HIPMI Pulang Pisau. Foto/IST

PULANG PISAU- Di Zaman ekonomi yang tidak menentu saat ini, hanya sedikit yang berani meninggalkan zona nyaman untuk memasuki dunia yang sama sekali berbeda. Marissa Christy, Ns., M.M., menjadi salah satu yang memilih jalan itu. Dirinya melangkah dari profesi perawat menuju sektor konstruksi atau dunia proyek yang dikenal selama ini keras dan didominasi oleh laki-laki.

Marissa Christy, lahir pada 3 Juni 1993 lalu, ia awalnya meniti karier di dunia kesehatan, sebuah jalur yang kerap dianggap aman dan ideal bagi perempuan. Namun, jalan hidup berkata lain. Setelah menyelesaikan pendidikan keperawatan hingga profesi Ners dan melanjutkan studi magister, Marissa merasakan panggilan berbeda.

Marissa Christy, Ketua HIPMI Pulang Pisau ( Tengah) saat bersama ketua HIPMI kalteng, Bintang Agustiar Sabran (Kanan) dan pengurus HIPMI Kalteng. Foto/IST

Ada keinginan kuat untuk mandiri, menciptakan sesuatu, dan berdampak lebih luas. Tanpa latar belakang konstruksi, ia melangkah masuk ke dunia yang sama sekali baru, berbekal satu hal sederhana namun kuat: keberanian untuk mencoba.

Awal perjalanan itu tidak mudah. Keraguan datang dari berbagai arah, bahkan dari orang-orang terdekat. Banyak yang tidak percaya seorang perempuan dengan latar belakang kesehatan bisa bertahan di sektor konstruksi. Tetapi Marissa tidak memilih mundur. Ia mulai dari nol, membangun relasi, belajar dari lapangan, hingga memahami dinamika bisnis yang keras. Baginya, relasi adalah fondasi, dan kepercayaan adalah hasil dari konsistensi.

Perlahan, kerja keras itu membuahkan hasil. Ia berhasil mendirikan dan memimpin dua perusahaan, Kontruksi yang sudah berbadan hukum CV. Dari yang awalnya diragukan, kini ia justru menjadi sosok yang diperhitungkan. Namun, bagi Marissa, pencapaian bukan sekadar tentang bisnis. Lebih dari itu, ia ingin membuka jalan bagi perempuan lain agar tidak ragu melangkah di bidang apa pun.

Pimpin Organisasi Pengusaha ''HIPMI'' Pulang Pisau

Marissa Christy, Ketua HIPMI Pulang Pisau (Tengah) saat menghadiri kegiatan kepemudaan di Pulpis beberapa waktu lalu. Foto/IST

Perjalanan panjang membawa Marissa Christy ke peran yang lebih besar. Ia dipercaya menjadi Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kabupaten Pulang Pisau periode 2025–2028. Di posisi ini, Marissa tidak hanya berbicara tentang keuntungan usaha, tetapi juga tentang peluang dan pemberdayaan. Ia ingin generasi muda di daerahnya melihat bahwa masa depan tidak ditentukan oleh latar belakang, melainkan oleh keberanian mengambil langkah pertama.

Melalui berbagai program, ia berupaya mendorong pertumbuhan usaha lokal, termasuk kolaborasi dengan sektor industri untuk mendukung UMKM. Baginya, membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama para pelaku usaha muda.
 
Ketua HIPMI Pulang Pisau, Marissa Christy saat bersama para pengusaha muda dalam event HIPMI Nasional beberapa waktu lalu. Foto/IST

Di balik kesibukannya, Marissa tetap membawa pesan sederhana yang lahir dari pengalamannya sendiri: jangan takut mencoba. Ia percaya, banyak mimpi yang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak pernah dimulai. Modal memang penting, tetapi tekad dan kemauan belajar jauh lebih menentukan arah perjalanan.

Kisah Marissa Christy adalah tentang melawan batas, tentang seorang perempuan yang berani keluar dari zona nyaman, menantang stigma, dan membuktikan bahwa keberhasilan tidak mengenal latar belakang. Dari dunia keperawatan ke konstruksi, dari keraguan menuju kepercayaan, ia berjalan dengan satu keyakinan: semua orang punya kesempatan yang sama, selama berani melangkah. ***

Penulis : Dika
Editor   : Dedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال