POSSINDO.COM, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau bersama BNPB Provinsi Kalteng menggelar rapat supervisi menghadapi bahaya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah tahun 2026. Rapat berlangsung pada Rabu (1/4/2026) di Ruang Rapat Kantor Bupati setempat.
Berdasarkan data BMKG yang dipaparkan di rapat tersebut, Pulang Pisau beserta Katingan dan Kapuas menjadi salah satu dari tiga wilayah awal yang terdampak musim kemarau 2026. Hal ini disampaikan Herman Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, usai menghadiri rapat.
“Di tanggal 20 Mei itu akan ada tiga Kabupaten yang berpotensi awal yaitu Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas.”
Adapun alasan ketiga kabupaten tersebut diprediksi terdampak lebih awal, hal ini berkaitan dengan pola sebaran musim kemarau 2026 di Kalimantan Tengah.
Dalam pola sebaran musim kemarau 2026 di Kalimantan Tengah, pergerakan diperkirakan dimulai dari wilayah selatan dan bergerak ke utara. Akibatnya, kabupaten-kabupaten di selatan akan lebih dulu mengalami penurunan curah hujan dibanding wilayah lain.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa fenomena musim kemarau tahun ini disebut sebagai El Nino Godzilla, nama tersebut menunjukkan intensitas cuaca sangat ekstrem.
"El Nino Godzilla itu menunjukkan bahwa kekeringan akan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan kondisinya jauh lebih kering lagi," jelasnya.
Untuk puncak musim kemarau pada tahun ini diprediksi berlangsung dari akhir Mei sampai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026, ditandai dengan curah hujan rendah dan peningkatan suhu udara yang ekstrim.
Terkait pencegahan, Herman Wibowo menegaskan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi dan membandingkan data kebakaran hutan dan lahan dengan tahun 2023, saat kebakaran terjadi paling masif. Pemerintah berencana melakukan mitigasi di desa-desa yang berpotensi terdampak, termasuk mengadakan rapat dengan Kapolsek, Camat, dan Bhabinkamtibmas agar langkah pencegahan lebih terkoordinasi.
Sementara itu, Tony Harisinta menegaskan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kali ini.
“Musim kemarau 2026 diprediksi panjang. Karena itu, kami mempersiapkan langkah-langkah pencegahan sejak awal, termasuk menata OPD terkait, mengecek peralatan, dan menggerakkan relawan, agar jika terjadi kebakaran, pencegahan dapat berjalan efektif,” ujar Tony Harisinta.(Dk)
