
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara H. Nurul Anwar.Foto/IST
POSSINDO.COM, Muara Teweh – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara melayangkan apresiasi tinggi terhadap peluncuran logo resmi Hari Jadi Kabupaten Barito Utara ke-76 Tahun 2026 yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara sebagai identitas utama rangkaian perayaan hari lahir daerah yang puncaknya jatuh pada 29 Juni 2026.
Dukungan moral tersebut diutarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, guna merespons publikasi simbol grafis kedinasan tersebut di kota setempat. Menurut pandangannya, logo yang mengusung slogan utama “Mewujudkan Masyarakat Barito Utara Maju, Sejahtera dan Berkeadilan” itu tidak semata-mata tampil sebagai visualisasi dekoratif belaka, melainkan mencerminkan gairah kolektif dan komitmen kebersamaan segenap elemen masyarakat dalam menyokong akselerasi pembangunan daerah.
Pujian atas peluncuran identitas visual tersebut disampaikan secara terbuka oleh legislator ini saat berada di pusat kabupaten. “Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas peluncuran logo Hari Jadi Kabupaten Barito Utara ke-76. Logo ini memiliki makna yang sangat kuat karena menggambarkan semangat persatuan, keberagaman, dan tekad bersama dalam mewujudkan Barito Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan,” kata H. Nurul Anwar, Kamis (11/6/2026).
Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berpendapat bahwa untaian filosofi yang tersemat di dalam logo tersebut secara jitu telah memotret rekam jejak perjalanan panjang bumi Iya Mulik Bengkang Turan yang konsisten merangkak maju serta adaptif dalam menghadapi rintangan pembangunan dari masa ke masa.
Fungsionaris lembaga legislatif ini menilai representasi angka 76 yang mengisahkan pola hubungan timbal balik yang serasi antara pihak eksekutif dan masyarakat lokal sangat selaras dengan tuntutan dinamika saat ini. Kemajuan daerah ditegaskan tidak akan pernah terwujud secara instan jika hanya bertumpu pada performa birokrasi, melainkan menuntut adanya pasokan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan warga negara.
“Makna angka 76 yang menggambarkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kemajuan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurul Anwar menguraikan bahwa penempatan ornamen tanduk rusa, siluet Rumah Betang, Guratan wajah pahlawan Panglima Batur, hingga simbol infrastruktur jalan dan jembatan merupakan komposisi jenius yang mampu memvisualisasikan jati diri daerah. Komponen-komponen tersebut dinilai sarat akan nilai luhur kebudayaan Dayak, memori kolektif sejarah perjuangan kemerdekaan, serta peta jalan pembangunan fisik yang merata dari kota hingga pelosok desa terpencil secara berkelanjutan.
Mengakhiri penjelasannya, wakil rakyat ini mengetuk pintu kesadaran segenap publik untuk memosisikan perayaan hari jadi ke-76 ini sebagai batu loncatan yang sakral guna menebalkan rasa memiliki serta kecintaan pada tanah kelahiran, sekaligus menjadi ajang evaluasi makro atas target pembangunan yang telah dicapai. Di samping itu, dirinya menyatakan sokongan penuh atas kalender acara hiburan rakyat garapan Pemkab, seperti Festival Merdeka, Batara Expo, hingga Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan yang sekaligus digandeng untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Dk)