Pemuda Tidak Dikenal Diduga Tawarkan Rp100 Ribu kepada Dua Siswi SDN 4 Palangka untuk Buang Air Kecil

Kepala SDN 4 Palangka, Dr. Hartani, S.Pd., M.Pd

POSSINDO.COM, PALANGKA RAYA-Seorang pemuda diduga menawarkan uang sebesar Rp100 ribu kepada dua siswi SDN 4 Palangka agar buang air kecil. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB saat para siswa menjalani istirahat atau isoma kedua.

Kepala SDN 4 Palangka, Dr. Hartani, S.Pd., M.Pd., mengatakan kejadian diketahui setelah seorang guru piket melihat orang tidak dikenal berada di sekitar toilet sekolah. Guru tersebut mencurigai interaksi pemuda itu dengan sejumlah siswa.

“Seorang guru menyampaikan bahwa ada orang tidak dikenal masuk ke sekolah, meminta murid kami buang air kecil, lalu menawarkan bayaran. Saya langsung bertanya, orangnya di mana,”ucap Hartani.

Berdasarkan keterangan yang diterima pihak sekolah, terdapat dua siswi yang diminta buang air kecil. Salah seorang di antaranya diduga hendak direkam dari bagian atas toilet, tetapi tindakan tersebut belum sempat dilakukan karena lebih dahulu diketahui guru.

“Ada dua murid yang diminta buang air kecil. Satu murid diduga hendak direkam, tetapi sepertinya belum sempat karena lebih dahulu dipergoki guru,”jelasnya.

Setelah tindakannya diketahui, pemuda tersebut melarikan diri dari lingkungan sekolah. Sejumlah guru bersama orang tua siswa kemudian melakukan pencarian hingga berhasil menemukannya dan membawanya kembali ke sekolah.

“Dia melarikan diri. Setelah dicari, dia ditemukan dan dibawa kembali ke sekolah. Kemudian kami serahkan kepada Babinsa untuk ditindaklanjuti ke Polsek Pahandut,”katanya.

Hartani menuturkan pihak sekolah berupaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap pemuda tersebut. Babinsa dan petugas kelurahan kemudian dipanggil untuk membantu menangani kejadian sebelum yang bersangkutan dibawa ke Polsek Pahandut.

“Meskipun dia melakukan kesalahan, kami tidak boleh main hakim sendiri dengan kekerasan. Karena itu, saya menghubungi Babinsa,”ungkapnya.

Pihak kepolisian selanjutnya meminta keterangan dari guru yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembahasan bersama pihak terkait, persoalan itu diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan keluarga pemuda tersebut.

Pihak sekolah meminta orang tua pemuda tersebut membuat surat pernyataan tertulis serta meningkatkan pengawasan dan pendampingan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami meminta surat pernyataan dari orang tuanya agar dia dipantau, diawasi, dan dibimbing secara lebih intensif,” tambah Hartani.

Menurut keterangan yang disampaikan para siswa kepada pihak sekolah, uang yang ditawarkan pemuda tersebut sebesar Rp100 ribu.

“Menurut keterangan anak-anak, uang yang ditawarkan sebesar Rp100 ribu,”ujarnya. (Gd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال