Tanpa Pagar dan Satpam, SDN 4 Palangka Rentan Dimasuki Orang Tidak Dikenal

Tampak Depan SDN 4 Palangka. Foto/IST.

POSSINDO.COM, PALANGKA RAYA-Ketiadaan pagar, halaman, dan petugas keamanan menjadi persoalan serius bagi SDN 4 Palangka. Kondisi tersebut membuat orang dari luar dapat memasuki lingkungan sekolah tanpa melalui pemeriksaan.

Kerentanan itu kembali menjadi perhatian setelah seorang pemuda masuk ke lingkungan sekolah dan diduga menawarkan uang kepada dua siswa agar buang air kecil pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB saat istirahat atau ishoma kedua.

Kepala SDN 4 Palangka, Dr. Hartani, S.Pd., M.Pd., mengatakan kondisi sekolah yang tidak memiliki pagar dan halaman telah berulang kali disampaikan kepada instansi terkait. Keadaan tersebut dinilai meningkatkan risiko keamanan bagi para siswa.

“Kondisi sekolah bisa dilihat sendiri. Kami tidak memiliki pagar dan halaman. Menurut saya, kondisi ini belum memenuhi prinsip sekolah ramah anak,”ucap Hartani.

SDN 4 Palangka saat ini memiliki 184 siswa. Sebanyak 24 orang di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus dengan beragam kondisi, seperti keterlambatan bicara, gangguan pendengaran, autisme, ADHD, dan tunagrahita.

Kegiatan pembelajaran dan pengawasan di sekolah tersebut ditangani oleh 17 orang yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. Keterbatasan tenaga serta tidak adanya pagar membuat pengawasan semakin berat, terutama ketika siswa berada di luar ruang kelas.

“Kami harus menjaga 184 anak di sekolah yang tidak memiliki pagar. Kondisi ini tentu memiliki risiko yang sangat tinggi,”ungkapnya.

Hartani mengaku telah mengusulkan agar sekolah tersebut merger atau dipindahkan ke lokasi lain yang lebih layak dan memenuhi standar keamanan bagi anak.

“Saya sudah mengusulkan agar sekolah ini dimerger dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak bagi anak-anak karena risikonya tinggi,”jelasnya.

Selain mengusulkan pemindahan, pihak sekolah juga telah menyampaikan kebutuhan revitalisasi dan pembangunan pagar kepada Dinas Pendidikan serta dalam forum bersama DPRD. Namun, usulan tersebut belum terealisasi.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Dinas Pendidikan, termasuk dalam forum bersama DPRD, bahwa SDN 4 Palangka rentan karena tidak memiliki pagar dan halaman,”katanya.

Menurut Hartani, sekolah juga tidak memiliki kemampuan keuangan untuk mempekerjakan satpam secara mandiri. Dana operasional yang tersedia diprioritaskan untuk kegiatan pendidikan dan kebutuhan harian sekolah.

“Sekolah sekecil ini tidak memiliki anggaran untuk menggaji satpam. Kami juga tidak melakukan pungutan komite,”ujarnya.

Untuk mengurangi risiko keamanan, pihak sekolah mengandalkan pengawasan guru dan keterlibatan orang tua. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendeteksi keberadaan orang yang tidak dikenal di sekitar sekolah.

“Untuk mengatasinya, kami bekerja sama dengan orang tua agar lingkungan sekolah dapat dipantau bersama dan keberadaan orang tidak dikenal bisa segera terdeteksi,”tambahnya.

Hartani berharap kejadian masuknya orang tidak dikenal menjadi bahan evaluasi pihak Pemerintah Kota Palangka Raya, Dinas Pendidikan, dan DPRD untuk segera menindaklanjuti kebutuhan pagar, revitalisasi, atau pemindahan sekolah ke lokasi yang lebih aman. (Gd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال