Bupati Pulang Pisau Dorong Adanya Sumur Bor Permanen di Wilayah Rawan Karhutla

Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i,  mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayjen Zainul Arifin dalam rangka Peninjauan Kebakaran Hutan dan Lahan ke Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (19/8/2026). Foto/IST
 

POSSINDO.COM, PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i meminta dukungan pemerintah pusat untuk membangun sumur bor secara permanen di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.

Permintaan tersebut disampaikan Ahmad Rifa’i saat mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin dalam kunjungan ke Desa Tumbang Nusa, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung upaya penanggulangan sekaligus pencegahan Karhutla di Tumbang Nusa yang merupakan salah satu wilayah rawan kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan Karhutla. Secara khusus, ia mengapresiasi pasukan darat Manggala Agni di bawah naungan Kementerian Kehutanan yang turut berjibaku menangani kebakaran di lapangan.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau, kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan dukungan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujar Ahmad Rifa’i.

Namun, menurutnya, penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pemerintah juga perlu memperkuat infrastruktur pendukung pencegahan agar petugas memiliki sumber air yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika titik api muncul.

Karena itu, Ahmad Rifa’i berharap pembangunan sumur bor di kawasan rawan Karhutla dapat dilakukan secara permanen.

"Kami secara pribadi memohon agar ke depannya dapat dibantu terkait sumur bor. Kami berharap sumur bor tersebut dibangun secara permanen, sehingga dapat digunakan dan tidak hilang ketika terjadi kebakaran," katanya.

Menurutnya, keberadaan sumber air permanen akan menjadi salah satu fasilitas penting untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dan tim gabungan, terutama ketika menghadapi kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran.

Selain meminta dukungan pembangunan infrastruktur, Bupati juga mengapresiasi kolaborasi berbagai unsur dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau.

Ia menyebut sinergi BNPB pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, serta unsur lainnya sangat penting dalam menghadapi bencana Karhutla.

"Terima kasih sedalam-dalamnya atas kolaborasi BNPB pusat, pemerintah provinsi, Kapolda, Pangdam, Manggala Agni, BPBD provinsi, BPBD kabupaten, serta seluruh pihak terkait dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan yang ada di Desa Tumbang Nusa," pungkasnya.

Pemkab Pulang Pisau berharap dukungan pemerintah pusat terhadap penyediaan sarana permanen dapat semakin memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah rawan kebakaran.(Dk)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال