
Lomba Konten Kreator Budaya, dan Lomba Cerdas Cermat Museum yang digelar di Aula I Disdikbud Balangan, Paringin Selatan, Senin (3/8/2026). -
POSSINDO.COM, BALANGAN – Mengenal sejarah tidak cukup hanya melalui buku pelajaran. Di Kabupaten Balangan, pelajar diajak lebih dekat dengan jejak masa lalu melalui kegiatan yang memadukan edukasi, penjelajahan, dan kreativitas.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan menggelar Sosialisasi Cagar Budaya, Jelajah Cagar Budaya, Lomba Konten Kreator Budaya, dan Lomba Cerdas Cermat Museum bagi pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Balangan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026 tersebut dibuka di Aula I Disdikbud Balangan, Paringin Selatan, Senin (3/8/2026). Program ini menjadi upaya untuk meningkatkan minat generasi muda dalam mengenal sejarah serta situs-situs cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Balangan.
Sekretaris Disdikbud Balangan, Imdiyah Fadli, mengatakan, pelajar diharapkan tidak hanya memahami nilai sejarah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian warisan budaya daerah.
“Tujuan kegiatan ini agar anak-anak mengenal budaya yang ada di Kabupaten Balangan, khususnya situs-situs cagar budaya yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Balangan, Rosma Hilda, menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi, kemudian dilanjutkan jelajah ke sejumlah lokasi cagar budaya serta lomba cerdas cermat bertema museum.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik, sehingga tujuan pelestarian budaya dapat tercapai.
Tidak hanya mengenalkan sejarah secara langsung, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya melalui media digital. Jabatan Fungsional Pamong Budaya Disdikbud Balangan, Halianur, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan turut diramaikan Lomba Konten Kreator Budaya yang diikuti pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Balangan.
Menurutnya, peserta akan menghasilkan konten kreatif bertema budaya daerah, sementara karya terbaik akan mendapatkan penghargaan.
Melalui program tersebut, Disdikbud Balangan berharap pelajar mampu menjadi generasi yang tidak hanya mengenal sejarah daerah, tetapi juga aktif menjaga, melestarikan, dan mempromosikan cagar budaya melalui kreativitas serta pemanfaatan media digital.(Wahid)