Bupati Kapuas H.M. Wiyatno meninjau secara langsung proses
lanjutan rekonstruksi Jalan Sei Asam–Batengkong–Handel Melati yang berada di
ruas Jalan Trans Kalimantan KM 09, Kecamatan Kapuas Timur.
POSSINDO.COM, KUALA KAPUAS – Pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Kapuas di bawah kepemimpinan Bupati HM Wiyatno. Sepanjang 2026, berbagai pembangunan dan peningkatan jalan terus dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk ruas penghubung antardesa dan antarkecamatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat, memperlancar mobilitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah perdesaan.
“Jalan Basarang itu, dari Desa Maju Bersama sampai ke Saka Mangkahai, perkiraan Desember nanti sudah fungsional. Sedangkan pembangunan jalan melalui program Satu Miliar Satu Desa rata-rata sudah selesai dilaksanakan,” kata Wiyatno. Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kapuas Barat pada Agustus 2026.
Pembangunan akses jalan tersebut tersebar di berbagai wilayah Kapuas. Di Kapuas Barat, misalnya, pemerintah melanjutkan pembangunan ruas Saka Tamiang–Mandomai, khususnya Mandomai–Penda Ketapi sepanjang 2,4 kilometer dengan anggaran Rp15 miliar. Sementara di Kapuas Timur, Pemkab Kapuas melaksanakan rekonstruksi Jalan Sei Asam–Batengkong–Handel Melati pada ruas Jalan Trans Kalimantan Km 09. Selain pembangunan ruas utama, Program Satu Miliar Satu Desa juga turut mendukung peningkatan infrastruktur desa sehingga pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.
Bupati Kapuas HM Wiyatno saat meninjau rencana pembangunan
jembatan poros di Kecamatan Dadahup yang menghubungkan Desa Rawa Subur, Bina
Karya, Palingkau Lama hingga Palangkau Baru.
“Harapan kita pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan kualitasnya juga baik, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses dan mobilitas dari dan menuju wilayah Mandomai serta desa-desa di sekitarnya,” ujar Wiyatno.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi harus menghasilkan jalan yang berkualitas dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut sekaligus menunjukkan arah pembangunan Kapuas yang menempatkan konektivitas sebagai salah satu fondasi pemerataan. Dengan terbukanya akses jalan dan membaiknya kondisi infrastruktur, masyarakat di desa-desa diharapkan semakin mudah menjangkau pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, sekaligus membawa serta memasarkan hasil pertanian dan produk ekonomi lainnya. Wiyatno juga menekankan pengawasan langsung terhadap pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar teknis dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Melalui peninjauan ini, kami ingin memastikan pekerjaan rekonstruksi jalan berjalan dengan baik, sesuai spesifikasi teknis, dan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
PUPR Kapuas Perkuat Infrastruktur 2026, Dorong Konektivitas Antarwilayah
KUALA KAPUAS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas terus menjalankan berbagai program pembangunan infrastruktur sepanjang 2026 untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pekerjaan yang berjalan di antaranya peningkatan jalan lingkungan kawasan Terusan dengan alokasi Rp7 miliar, pembangunan Jembatan Handel Bapalas sekitar Rp15 miliar, rekonstruksi Jalan Sei Asam–Batengkong–Handel Melati, serta pembangunan ruas Mandomai–Penda Ketapi sepanjang 2,4 kilometer dengan nilai kontrak Rp15 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas, H. Hargatin, ST., MT, mengatakan masih banyak wilayah, khususnya desa yang jauh dari pusat pemerintahan, membutuhkan peningkatan akses infrastruktur. Karena itu, pihaknya terus melakukan survei dan perencanaan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.
“Untuk tahun 2026 ini kita sudah melakukan survei sampai ke desa paling jauh. Masih banyak desa yang memerlukan pembangunan dan pembuatan jalan,” ujar Hargatin.
Selain jalan dan jembatan, PUPR Kapuas juga mendukung program strategis nasional cetak sawah 2026 yang menyasar 39 desa di 10 kecamatan melalui tahapan verifikasi dan identifikasi kondisi lahan. Hargatin berharap seluruh program dapat berjalan lebih awal, terencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Kapuas HM Wiyatno dalam pemerataan pembangunan.
