
Kadis kesehatan Kapuas, Agus
Waluyo saat memberikan edukasi pencegahan stunting. Foto/IST
POSSINDO.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting sepanjang tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Bupati Kapuas HM Wiyatno, penanganan stunting diarahkan tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi melalui intervensi terpadu yang melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, kader posyandu, keluarga, hingga berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut terlihat dari keikutsertaan Pemkab Kapuas dalam Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2026, dengan Bupati Wiyatno turut memaparkan strategi penanganan stunting di daerah.

Diskominfosantik Kapuas ikut serta mengedukasi pencegahan stunting. 
Dalam
strategi tersebut, Pemkab Kapuas mengedepankan pendekatan konvergensi melalui
perencanaan berbasis data, pelaksanaan intervensi yang terintegrasi serta
monitoring dan evaluasi secara berkala. Sejumlah intervensi dilakukan melalui
pembinaan posyandu, kelas ibu hamil, skrining anemia bagi remaja putri,
pemberian vitamin dan bantuan pangan, hingga pendampingan keluarga yang
memiliki risiko stunting.
![]() |
| Kegiatan pencegahan stunting di Puskesmas Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, beberapa waktu lalu. Foto/ IST |
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penguatan program juga dilakukan hingga tingkat desa. Pada Agustus 2026, Pemkab Kapuas melalui Dinas Kesehatan menyiapkan penilaian desa berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting.
Sebanyak tujuh desa tercantum sebagai Desa Berkinerja Baik Kabupaten Kapuas Tahun 2026, yaitu Desa Saka Batur, Desa Mantangai Hilir, Desa Tamban Baru Mekar, Desa Sidorejo, Desa Bandar Mekar, Desa Tamban Makmur, dan Desa Sidomulyo.
Kepala desa yang masuk dalam daftar tersebut diminta mengikuti kegiatan bersama Kader Pembangunan Manusia dan/atau perangkat desa serta pelaku percepatan penurunan stunting. Setiap desa juga diminta mempersiapkan dokumen dan bukti pendukung sesuai indikator penilaian yang telah ditetapkan.
Perkuat Intervensi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting
Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi terpadu dan kolaborasi lintas sektor. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Agus Waluyo, mengatakan penyelarasan data stunting antara pemerintah desa dan data pelayanan kesehatan menjadi langkah penting agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.
“Penyelarasan diperlukan agar kondisi kelompok sasaran dapat diketahui secara akurat dan intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Menurut Agus, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk melalui edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita mengenai pemenuhan gizi sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan, pola asuh yang baik, serta pemeriksaan kesehatan rutin di posyandu dan puskesmas.(Lukman/Lipsus)
