POSSINDO.COM, PALANGKA RAYA - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah mempersiapkan keberangkatan peserta dan peninjau menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Muktamar dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Rombongan warga Nahdliyin asal Kalimantan Tengah sebelumnya telah dilepas Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran pada Senin (24/8/2026). Secara keseluruhan, sekitar 137 warga NU dari Kalteng dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, baik sebagai peserta resmi maupun peninjau.
Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Tengah masa bakti 2026 hingga 2031, Dr. H.M. Wahyudie F. Dirun, S.P., M.M., mengatakan pelaksanaan Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum memiliki nilai historis bagi perjalanan organisasi NU. Pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah yang merupakan salah satu pendiri NU.
“NU itu kembali kepada akar sejarahnya, kepada para pendirinya. Karena itu Muktamar dilaksanakan di Bahrul Ulum,” ujar Wahyudie.
Muktamar NU ke-35 mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.” PWNU Kalteng juga telah mempersiapkan tempat tinggal bagi para peninjau yang berada tidak jauh dari lokasi Muktamar, termasuk kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Wahyudie menjelaskan peserta resmi Muktamar ditentukan berdasarkan hasil pleno PBNU. Sementara warga NU yang tidak masuk sebagai peserta resmi tetap dapat mengikuti sejumlah agenda sebagai peninjau.
PWNU Kalteng sendiri memberangkatkan sekitar 30 orang. Jumlah tersebut bertambah apabila digabungkan dengan rombongan PCNU Palangka Raya serta warga Nahdliyin lainnya hingga mencapai sekitar 137 orang.
“Memang peserta resmi ditentukan oleh PBNU. Namun banyak warga NU yang ingin ikut dan menjadi peninjau. Untuk mereka, tanggung jawab akomodasi dan kebutuhan selama di lokasi menjadi tanggung jawab PWNU maupun PCNU yang memberangkatkan,” jelasnya.
Selain membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan PBNU selama empat tahun terakhir, Muktamar juga akan merumuskan program kerja organisasi untuk periode mendatang. Agenda lainnya yang menjadi perhatian adalah penentuan Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU.
Pemilihan Rais 'Aam dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sementara mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU akan dibahas melalui Komisi Organisasi.
“Yang menarik tentu pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Mekanismenya akan dibahas dalam Muktamar, khususnya melalui Komisi Organisasi,” ungkap Wahyudie.
Rais Syuriah PWNU Kalimantan Tengah, KH. Chairudin Halim, mengatakan Muktamar memiliki posisi strategis karena menjadi forum tertinggi dalam mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan NU untuk masa khidmat berikutnya.
“Selain laporan pertanggungjawaban, Muktamar juga menjadi forum untuk menyusun program kerja dan menentukan kepengurusan NU untuk periode selanjutnya,” kata Chairudin.
Selain agenda organisasi dan pemilihan kepengurusan, Muktamar juga akan membahas berbagai persoalan melalui forum Bahtsul Masail. Pembahasannya mencakup persoalan Waqi'iyah, Qanuniyah, dan Maudluiyyah yang berkaitan dengan isu keagamaan, sosial serta kenegaraan.
“Bahtsul Masail menjadi salah satu bagian penting karena di sana para ulama membahas persoalan-persoalan aktual, baik yang berkaitan dengan agama, sosial maupun kenegaraan,” jelasnya.
Menurut Chairudin, Muktamar juga menjadi ruang untuk memperkuat khidmah umat dan menyatukan visi ulama serta warga Nahdliyin dalam memberikan kontribusi terhadap kemaslahatan bangsa dan pembangunan peradaban.
Dalam persiapan keberangkatan, PWNU Kalteng turut memperoleh dukungan dari sejumlah pihak. Wahyudie menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Gubernur Agustiar Sabran atas bantuan hibah yang diberikan untuk mendukung keberangkatan rombongan.
PWNU Kalteng juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kalimantan Tengah yang turut memberikan dukungan kepada peserta Muktamar asal Kalteng.
“Dukungan dari pemerintah daerah dan kepolisian sangat membantu kami dalam mempersiapkan keberangkatan peserta Muktamar. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih,” pungkasnya.
Keikutsertaan rombongan Kalimantan Tengah diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembahasan berbagai agenda Muktamar NU ke-35 serta membawa hasil keputusan dan program kerja yang semakin memperkuat peran NU bagi umat, bangsa dan masyarakat. (Gd)
Tags
Kalimantan Tengah