GMNI Kalteng Minta Mahasiswa Tetap Objektif Sikapi Penembakan Terduga Pencuri Sawit di Kenyala


POSSINDO.COM, PALANGKA RAYA–Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kalimantan Tengah (DPD GMNI Kalteng) memberikan respons resmi terkait peristiwa penembakan terhadap terduga pencuri buah kelapa sawit yang terjadi di Desa Kenyala, Kabupaten Kotawaringin Timur. Peristiwa tersebut dinilai menimbulkan perhatian luas di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Selasa (23/12/2025), Bidang Politik dan Hukum (Bidpolhum) DPD GMNI Kalteng menggelar diskusi bertajuk NGOPI MARHAENIS (Ngolah Pikir Marhaenis). Diskusi ini membahas kasus penembakan dari berbagai perspektif, baik dari sisi korban maupun aparat yang terlibat dalam penindakan.

Berdasarkan hasil diskusi yang bersumber dari berbagai referensi dan kronologi kejadian, DPD GMNI Kalteng mengimbau seluruh mahasiswa di Kalimantan Tengah agar tidak mudah terpancing oleh opini yang berkembang serta tetap bersikap objektif dalam menilai peristiwa tersebut.

“Hasil dari diskusi ini kami menyimpulkan bahwa terduga maling sawit memang seharusnya diamankan sesuai dengan SOP yang berlaku namun, sesuai dengan kronologi yang kami terima sudah dalam kategori force majure atau dalam keadaan terdesak dikarenakan terancamnya nyawa petugas keamanan,” tutur Satria Bintang Erja Hamadani selaku Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum DPD GMNI Kalteng.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Politik dan Hukum DPD GMNI Kalteng, Muhammad Fajrian Nor, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang proporsional dan transparan dalam menangani kasus tersebut.

“Terkait penembakan warga yang diduga mencuri sawit di Kenyala, Kotim, pencurian tetap harus diproses sesuai pasal yang berlaku sesuai dengan tindak laku perbuatan di lapangan dengan menjunjung praduga tak bersalah sementara itu, tindakan aparat Brimob perlu dievaluasi secara transparan untuk memastikan penggunaan kekuatan sesuai prosedur,” pungkasnya.

DPD GMNI Kalteng juga menyerukan agar mahasiswa tidak terpengaruh oleh narasi liar di media sosial dan tetap melihat persoalan secara menyeluruh. Apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya pelanggaran standar operasional prosedur, GMNI meminta Kapolda Kalimantan Tengah untuk menindak secara adil pihak yang bertanggung jawab.

“Kami menyerukan kepada seluruh mahasiswa jangan mudah terpancing dengan narasi liar di media sosial dan tetap melihat dari berbagai sisi. Apabila nanti setelah diusut terbukti bahwa memang ada pelanggaran SOP kami juga meminta kepada Kapolda Kalimantan Tengah untuk menindak seadil-adilnya kepada pelaku penembakan, dan untuk korban jika memang terbukti bersalah maka hukum dengan peraturan yang berlaku,” jelas Satria Bintang Erja Hamadani.

Selain aspek hukum, GMNI Kalteng menilai kasus ini juga mencerminkan persoalan sosial ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat.

“Kasus ini juga menunjukkan masalah ekonomi masyarakat yang belum terpenuhi, sehingga negara perlu hadir memperbaiki kesejahteraan dan mencegah kerentanan sosial,” tutup Muhammad Fajrian Nor. (Gd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال