
Ketua DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bela usai memimpin
rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses DPRD Kabupaten Pulang Pisau,
Senin (9/2/2026). Foto/IST
POSSINDO.COM, Pulang Pisau – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian laporan hasil Rapat paripurna tersebut berlangsung di ruang sidang DPRD Pulang Pisau, pada Senin (9/2/2026).
Rapat paripurna dihadiri jajaran anggota DPRD Pulang Pisau, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta selaku perwakilan eksekutif, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bela menyampaikan laporan hasil reses yang telah dilaksanakan oleh anggota DPRD di daerah pemilihan masing-masing. Ia menjelaskan bahwa reses dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kami sudah menurunkan anggota DPRD ke tiga daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Berdasarkan hasil reses, aspirasi yang disampaikan cukup beragam, selain persoalan pemerintahan juga terkait pembangunan infrastruktur, sosial budaya, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Tandean.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat yang telah dihimpun tidak hanya dicatat, tetapi juga dirangkum dan dimasukkan ke dalam aplikasi perencanaan pembangunan yang dikelola Bapperida sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat kami tangkap, kami rangkum, bahkan kami input ke dalam aplikasi yang ada di Bapperida untuk menjadi rencana pembangunan ke depan,” tambahnya.
Salah satu aspirasi masyarakat yang menjadi perhatian dalam laporan hasil reses tersebut adalah keluhan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. Tandean mengungkapkan masih ditemukan warga yang mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan.
“Ada warga yang datang ke rumah sakit dengan keyakinan masih terdaftar sebagai peserta BPJS, namun ternyata statusnya sudah nonaktif sehingga harus mengurus secara mandiri. Ini tentu menjadi perhatian dan akan kami diskusikan dengan dinas terkait untuk mencari solusi,” jelasnya.
Menanggapi laporan hasil reses tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta menyampaikan bahwa penurunan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat.
“Anggaran memang mengalami penurunan cukup tajam. Namun pemerintah pusat menyampaikan masih ada peluang koreksi, mengingat saat ini baru bulan Februari dan masih tersedia waktu hingga sepuluh bulan ke depan. Mudah-mudahan ada perbaikan anggaran serta upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Tony.
Melalui penyampaian laporan hasil reses ini, DPRD Pulang Pisau berharap aspirasi masyarakat yang telah dihimpun dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah, sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan. (Dk)