
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara Dr. H. Tajeri.Foto/IST
POSSINDO.COM, Muara Teweh – Keberhasilan aparat penegak hukum dalam menggulung jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Barito Utara mendapat respons positif serta dukungan penuh dari kalangan parlemen daerah.
Langkah taktis penindakan hukum tersebut dipandang sebagai wujud nyata dari komitmen kuat instansi kepolisian dalam memproteksi ketahanan sosial serta menyelamatkan masa depan kelompok usia produktif dari pengaruh buruk zat adiktif.
Pihak legislatif menilai ruang gerak para sindikat barang haram ini wajib dipersempit secara masif lewat penegakan hukum yang tegas, tanpa pandang bulu, demi menjaga stabilitas keamanan di bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Apresiasi tinggi atas capaian gemilang korps bhayangkara tersebut disampaikan secara terbuka oleh pihak dewan pasca-menerima laporan operasi di lapangan. “Kami mengapresiasi kinerja Polres Barito Utara, khususnya Satresnarkoba, yang telah berhasil mengungkap kasus peredaran sabu. Ini bukti keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, Dr. H. Tajeri, Sabtu (18/4/2026).
Pernyataan tersebut ditiupkan sebagai respons atas keberhasilan jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barito Utara yang berhasil membongkar transaksi gelap narkoba jenis sabu pada Rabu (15/4/2026) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.
Operasi penggerebekan yang dipusatkan di sebuah rumah di Jalan Negara Km 27, Gang Hidayah, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru tersebut berhasil mengamankan dua orang pria terduga pengedar berinisial MS (28) dan MM (26).
Pihak parlemen mengharapkan agar kesuksesan penangkapan di level hilir ini tidak membuat jajaran penyidik cepat berpuas diri. Pola pengembangan penyelidikan wajib terus dipertajam guna melacak aliran dana serta memetakan struktur komando jaringan yang lebih luas di atasnya.
Hal itu dikarenakan posisi kurir di tingkat lapangan sejatinya hanyalah korban dari skema bisnis gelap yang dikendalikan oleh aktor utama di balik layar. “Kita berharap tidak berhenti sampai di sini. Bandar besarnya harus segera ditangkap agar peredaran narkoba di Barito Utara bisa benar-benar ditekan,” tegasnya.
Narkoba dinilai sebagai ancaman laten yang sangat merusak fondasi berpikir generasi muda serta berpotensi memicu lonjakan angka kriminalitas umum di tengah masyarakat.
Oleh sebab itu, benteng pertahanan penolakan narkoba wajib diperkuat melalui ikatan kolaborasi yang kokoh melibatkan aparat, instansi pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta kepedulian aktif dari lingkungan keluarga terkecil.
Dari jalannya penggeledahan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas di lapangan dilaporkan berhasil menyita barang bukti berupa 13 paket kecil sabu yang disimpan rapi di dalam dompet saku celana pelaku, serta 2 paket ukuran sedang yang disembunyikan di dalam kotak jam tangan di area kamar.
Selain itu, polisi juga mengamankan bundelan plastik klip kosong, dua unit timbangan digital, sendok takar, gawai, serta sejumlah uang tunai hasil transaksi dengan akumulasi berat kotor sabu mencapai 12,86 gram. Menutup keterangannya, dewan berharap proses hukum berjalan maksimal agar melahirkan efek jera yang nyata. (Dk)