POSSINDO.COM, KUALA KAPUAS– Bupati Kapuas H.M. Wiyatno memimpin Apel Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang dilaksanakan di lingkungan PT Globalindo Agung Lestari (GAL). Kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT GAL dan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).Jumat (19/6/2026).
Apel siaga diikuti oleh seluruh karyawan estate Lamunti Barat, Lamunti Timur, Plasma, Mangkatip dan UAI, serta perwakilan masyarakat dan desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam amanatnya, Bupati Kapuas mengingatkan bahwa tahun 2026 memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi normal.
Selain itu, fenomena El Nino diprediksi berada pada kategori sedang hingga kuat dan diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.
Menurut Wiyatno, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kabupaten Kapuas yang memiliki kawasan gambut cukup luas. Kecamatan Mantangai menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian khusus karena dominasi lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.
Bupati juga menyinggung pengalaman kebakaran lahan pada tahun 2025 yang menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kapuas, luas lahan terbakar mencapai sekitar 274,79 hektare, dengan Kecamatan Mantangai menjadi wilayah terdampak terbesar.
“Data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman Karhutla masih nyata dan harus ditangani secara serius melalui langkah-langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan,” tegas Wiyatno.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas karena kebakaran di lahan gambut jauh lebih sulit dipadamkan, membutuhkan waktu dan biaya yang besar, serta berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat, dan masyarakat dapat semakin diperkuat guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun 2026.(Lukman)
