Forum TIM Darurat Karhutla Kahayan Hilir Gelar Siaran Pers Bahas Kesiapsiagaan Karhutla dan Program IKH

 

Komandan Tim Darurat Karhutla (TDK) Kahayan Hilir, Sarianto, saat menyampaikan hasil pemantauan karhutla dan klarifikasi terkait Program IKH dalam siaran pers yang digelar di Watta Caffe, Kamis (18/6/2026). Foto/Dk

POSSINDO.COM, Pulang Pisau - Forum Tim Darurat Karhutla (TDK) Kahayan Hilir menggelar siaran pers terkait kesiapsiagaan karhutla sekaligus meluruskan informasi terkait IKH (Inisiatif Kahayan Hilir).

‎Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB tersebut digelar di Watta Caffe Ray 2 dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi KPSHK pada Kamis (18/6/2026).

‎Dalam konferensi pers tersebut, Forum TDK yang terdiri dari KPSHK bersama LPHD Gohong, LPHD Kalawa, LPHD Mantaren I, dan LPHD Buntoi menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan hingga 18 Juni 2026, kondisi wilayah Kecamatan Kahayan Hilir masih aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

‎Hal ini bukan tanpa alasan. Sarianto selaku Komandan TDK menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hotspot dari SiPongi (Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan), tidak ditemukan adanya titik api di wilayah kerja forum tersebut.

‎“Berdasarkan hasil pemantauan hingga 18 Juni 2026 pukul 18.00 WIB, tidak ditemukan adanya titik api di wilayah kerja Forum TDK berdasarkan data SiPongi KLHK.” tuturnya.

‎Terkait kondisi tanah yang biasanya rawan terjadi karhutla, Sarianto juga menjelaskan bahwa tingkat penurunan muka air gambut masih relatif aman.

‎“Tinggi muka air gambut masih relatif aman di sebagian besar lokasi.” ucapnya.

‎Meskipun demikian, pihaknya tetap waspada karena terdapat wilayah yang mengalami penurunan terdalam, yakni di kawasan Sungai Mahikei, Desa Kalawa, yang mencapai 50 sentimeter sehingga perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

‎Selain itu, hasil patroli pada 16–17 Juni 2026 menunjukkan sejumlah kawasan di Hutan Desa Buntoi dan eks-PLG Gohong masih tergenang air dengan kedalaman 10–60 sentimeter.

‎Sarianto menambahkan, berdasarkan data BMKG, suhu udara di Kabupaten Pulang Pisau berkisar antara 24–32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang masih tinggi. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena lapisan permukaan tanah masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

‎Ia juga menjelaskan bahwa pemantauan sepanjang tahun 2026 tidak menunjukkan penurunan subsiden gambut yang signifikan di empat hutan desa. Penurunan hanya tercatat 1 sentimeter di beberapa wilayah.

‎“Penurunan hanya tercatat 1 sentimeter di Stasiun Gohong, masih di bawah ambang batas 5 sentimeter per tahun. Nilai subsiden yang terpantau berada pada kisaran 43 sentimeter di Stasiun Gohong hingga 74 sentimeter di Stasiun Kalawa,” jelasnya.

‎Setelah menjelaskan hasil pemantauan karhutla di Kahayan Hilir, Sarianto juga meluruskan informasi mengenai IKH (Inisiatif Kahayan Hilir) kepada awak media.

‎“IKH merupakan kerja sama KPSHK dengan empat LPHD di Kecamatan Kahayan Hilir. Pemerintah Desa Buntoi telah dilibatkan sejak 2022, dan seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) serta prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC),” pungkasnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan dokumentasi dan catatan pelaksanaan program, Pemerintah Desa Buntoi telah terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan sejak awal program berjalan.(Dk)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال