BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Pemko Palangka Raya Kembangkan Kemandirian Ekonomi melalui Program PEKA

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan membekali peserta dan ahli waris dengan pelatihan kewirausahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi di Palangka Raya. Foto/Ist

POSSINDO.COM, Palangka Raya
BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Kota Palangka Raya sebagai upaya memperkuat perlindungan berkelanjutan bagi pekerja dan keluarganya melalui peningkatan kapasitas serta pemberdayaan ekonomi.

Program yang dilaksanakan melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan Rumah BUMN itu dibuka langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

Sebanyak 55 peserta yang terdiri atas ahli waris penerima manfaat serta peserta aktif yang memasuki masa persiapan pensiun mengikuti pelatihan kewirausahaan. Mereka memperoleh pembekalan berupa literasi keuangan, pengembangan usaha, digitalisasi produk, legalitas usaha, hingga praktik pembuatan kerajinan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan Program PEKA merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada penyaluran santunan, tetapi terus memberikan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya.

“Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, di mana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima,” ujarnya.

Menurut Saiful, santunan yang diterima peserta maupun ahli waris diharapkan dapat dikelola menjadi modal produktif melalui dukungan literasi keuangan, pelatihan, reskilling, upskilling, dan pengembangan usaha.

Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yakni Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, agar manfaat jaminan sosial mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan terhadap kesejahteraan peserta dan keluarganya.

“Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih sejahtera,” katanya.

Saiful juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah memfasilitasi pelaksanaan Program PEKA di Balai Latihan Kerja. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan dan pemberdayaan pekerja memerlukan sinergi berbagai pihak.

Hingga saat ini, Program PEKA telah diikuti lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah di Indonesia. BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program semakin luas.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, mengapresiasi Program PEKA sebagai inovasi yang mampu meningkatkan nilai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan melalui pemberdayaan ekonomi peserta.

“Kami dari Komisi IX DPR RI mengapresiasi inovasi baru yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan nilai manfaat bagi para peserta, khususnya para ahli waris maupun penerima manfaat program Jaminan Hari Tua,” ujarnya.

Ia berharap Program PEKA dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga semakin banyak peserta yang memperoleh manfaat pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya, Satriyo Adi Sasongko, mengatakan pelaksanaan Program PEKA merupakan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi peserta dan keluarganya.

Menurut Satriyo, program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk menciptakan peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

“Program PEKA merupakan wujud nyata bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir bukan hanya saat peserta mengalami risiko kerja atau menerima manfaat jaminan sosial, tetapi juga mendampingi mereka untuk bangkit, mandiri, dan produktif,” ujarnya.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan ilmu dan pendampingan yang diberikan untuk mengembangkan usaha sehingga manfaat jaminan sosial benar-benar menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Satriyo menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, Rumah BUMN, serta berbagai mitra strategis lainnya agar semakin banyak peserta dan ahli waris memperoleh kesempatan mengikuti Program PEKA.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan rasa aman saat peserta menghadapi risiko, tetapi juga mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri, produktif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال