POSSINDO.COM, Politik - Presiden Prabowo Subianto tercatat telah enam kali merombak jajaran Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
Reshuffle pertama dilakukan pada 19 Februari 2025 dengan mengganti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro dan mengangkat Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Brian Yuliarto.
Perombakan kabinet tersebut mencakup pengangkatan, pergeseran posisi, hingga pembentukan badan baru. Terbaru, Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara pada 14 September 2026.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurrahman, menilai frekuensi reshuffle menunjukkan adanya kesenjangan antara target Presiden dan kemampuan kabinet dalam menjalankan program.
"Enam kali reshuffle menunjukkan ada gap antara target Presiden dan kapasitas delivery kabinet yang terus dikoreksi," kata Rizal kepada Kompas.com, Selasa (15/9/2026).
Pakar Kebijakan Publik UGM Agustinus Subarsono juga menilai pergantian menteri menunjukkan upaya Presiden mencari formula yang sesuai untuk menjalankan berbagai program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, pergantian Menkeu yang relatif cepat berkaitan dengan kebutuhan menjaga disiplin dan kredibilitas APBN sekaligus mendukung pembiayaan program pemerintah.
Namun, Rizal mengingatkan bahwa reshuffle yang terlalu sering dapat menimbulkan biaya ekonomi karena berpotensi mengganggu kesinambungan kebijakan, memperpanjang masa adaptasi pejabat, dan meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi.
Sementara itu, Suahasil memastikan pergantian di Kementerian Keuangan tidak mengubah keberlanjutan pekerjaan. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Purbaya untuk memastikan proses transisi berjalan baik.
"Setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa," ujar Suahasil.
Sumber : Kompas.com
