Kedatangan Wapres disambut Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bandara Tjilik Riwut.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gibran meninjau sejumlah lokasi, termasuk SDN 2 Petuk Katimpun dan kawasan Nyaru Menteng. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus upaya penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla melalui pengerahan personel serta sarana prasarana.
“Pemerintah provinsi terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla melalui pengerahan personel, sarana prasarana, dukungan operasional, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait,” ucapnya.
Namun, penanganan di lapangan masih menghadapi kendala, terutama akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut menyulitkan petugas ketika melakukan pemadaman pada sejumlah titik yang sulit dijangkau.
Pemprov Kalteng pun mengharapkan dukungan pemerintah pusat berupa tambahan helikopter untuk pemadaman dari udara, peralatan pemadaman, dukungan operasional, serta pembangunan sumber air berupa sumur bor dan embung di wilayah rawan karhutla.
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 9 September 2026, tercatat 2.819 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 9.228,04 hektare.
Agustiar menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam, relawan maupun masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci dalam penanganan karhutla, sehingga masyarakat dan lingkungan Kalimantan Tengah dapat terlindungi dari dampak kebakaran dan kabut asap,” jelasnya.
(Gd)
Tags
Kalimantan Tengah