
Pasar
Saham Bergejolak IHSG Sempat Ambruk. Foto/Net
POSSINDO.COM,
Ekonomi - Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah arahan Presiden Prabowo
Subianto untuk memperbaiki kondisi pasar saham di Indonesia. Sebagaimana
diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari terakhir ambruk hingga
ke level 7.000-an, sebelum akhirnya bangkit di level 8.000-an.
Airlangga mengatakan arahan besar Prabowo terkait transformasi struktural di
Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti mempercepat proses demutualisasi, aturan
free float dinaikkan dari 7,5% menjadi 15%, hingga meningkatkan limit dana
pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8% ke 20%.
"Bapak presiden sudah memonitor terkait perkembangan pasar modal akibat
dari apa yang dilakukan oleh MSCI dan juga dilakukan oleh lembaga rating
seperti UBS dan Goldman Sachs. Ini yang saya sampaikan adalah seluruhnya arahan
Pak Presiden," kata Airlangga usai rapat koordinasi di Wisma Danantara, Jakarta,
Jumat (30/1/2025).
Arahan pertama, mendorong percepatan demutualisasi BEI mulai tahun ini. Langkah
itu dianggap bisa mengurangi benturan kepentingan di BEI antara pengurus bursa
dengan anggota bursa dan mencegah pasar praktek pasar yang tidak sehat.
"Demutualisasi bursa ini juga akan membuka terhadap investasi termasuk
dari Danantara dan agency lainnya. Tahapannya sudah masuk dalam UU P2SK dan
langkah demutualisasi ini bisa dilanjutkan dengan bursa go public di tahap
berikutnya," tutur Airlangga.
Kedua, terkait dengan penguatan governance atau tata kelola dan keterbukaan
publik, pemerintah mendorong adanya perbaikan. Langkah ini dilakukan untuk
memberikan jaminan kepada investor.
"OJK dan BI diharapkan menerbitkan aturan yang meningkatkan free float
dari 7,5% menjadi 15%. Ini ditargetkan di bulan Maret ini," papar
Airlangga.
Dengan kenaikan free float menjadi 15%, Indonesia disebut setara dengan
beberapa negara lain bahkan lebih tinggi dari Singapura, Filipina dan Inggris
yang masih 10%.
"Indonesia atau bursa efek free float-nya kemarin terlalu rendah.
Bandingkan dengan Malaysia yang 25%, Hongkong 25%, Jepang 25%, Thailand sama
dengan Indonesia nantinya 15%. Singapura masih 10%, Filipina 10% dan Inggris
10%. Jadi kita ambil angka yang relatif lebih terbuka dan tata kelola yang
lebih baik," jelas Airlangga.
Arahan ketiga, pemerintah akan menaikkan limit investasi dana pensiun dan
asuransi dari 8% menjadi 20%. Menurutnya, ini terkait regulasi baru sejalan
dengan standar yang berpraktik di negara-negara Organisasi Kerja Sama dan
Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and
Development/OECD).
"Indonesia komitmen untuk mengadopsi standar-standar tersebut agar kita
bisa mempertahankan di standar emerging market dan tentunya kita berharap pasar
modal kita lebih kuat, adil, kompetitif dan transparan karena ini signal kepada
global market, tetapi faktor fundamental ekonomi kita tetap kuat dan pemerintah
tidak khawatir terkait kondisi makro ekonomi maupun fiskal," paparnya.
Sumber : detik.com