Pemkab Kapuas Targetkan Akses Lintas Kecamatan Jalur Pesisir-Hulu Rampung 2028

Bupati Kapuas HM Wiyatno melakukan peninjauan langsung terhadap progres pekerjaan rekonstruksi jalan di Kecamatan Bataguh dan Tamban Catur. Foto/IST
 

POSSINDO.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menargetkan jalur penghubung lintas kecamatan dari wilayah pesisir hingga pedalaman mulai fungsional pada 2028. Proyek tersebut digadang menjadi urat nadi baru konektivitas masyarakat Kapuas tanpa harus lagi melintasi kabupaten lain.

Bupati Kapuas HM Wiyatno mengatakan jalur yang dibangun akan menghubungkan Batanjung–Kuala Kapuas–Mantangai–Timpah–Pujon–Pasak Talawang–Sei Hanyo hingga Sei Pinang.

Bupati Kapuas HM Wiyatno melakukan peninjauan langsung terhadap progres pekerjaan rekonstruksi penghubung jalan. Foto/IST

Menurutnya, keberadaan jalur tersebut akan memangkas waktu tempuh perjalanan masyarakat hingga sekitar 50 persen dibanding kondisi saat ini yang masih harus memutar melalui wilayah lain seperti Pulang Pisau, Palangka Raya hingga Gunung Mas.

“Target kita 2028 jalur ini sudah fungsional. Jadi masyarakat tidak perlu lagi memutar lewat daerah lain,” tegas Wiyatno.

Bupati Kapuas HM. Wiyatno dan Wakil Bupati Kapuas, Dodo bersama jajaran saat turun langsung ke lapangan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan

Ia menyebut kondisi geografis Kapuas yang luas membutuhkan konektivitas antarkecamatan yang memadai agar aktivitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Selain memperlancar mobilitas warga, pembangunan jalan tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Distribusi hasil pertanian, perikanan hingga kebutuhan pokok masyarakat diperkirakan menjadi lebih lancar.

Wiyatno mengaku pembangunan konektivitas dari wilayah pesisir hingga pedalaman menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Bahkan ia menilai selama ini kondisi akses menuju wilayah hulu belum ideal karena masih bergantung pada jalur kabupaten tetangga.

“Kalau seluruh kecamatan sudah terkoneksi dari pesisir sampai pedalaman, tentu masyarakat akan jauh lebih mudah dan bangga,” ujarnya.

Pembangunan dilakukan secara bertahap. Pada 2025, pemerintah daerah memulai penataan kawasan perkotaan melalui pelebaran ruas jalan, pemasangan lampu penerangan dan peningkatan akses penghubung antarwilayah.

Selanjutnya pada 2026, pembangunan difokuskan pada penyelesaian ruas jalan yang telah dikerjakan sekaligus pembukaan jalur baru di sejumlah titik strategis, termasuk akses menuju kawasan Mandomai. Sementara pada 2027, pengerjaan diarahkan untuk menuntaskan jalur utama menuju Pasak Talawang hingga wilayah pedalaman lainnya.

Selain itu, badan jalan menuju Batanjung ditargetkan selesai pada 2026. Sedangkan pembangunan box culvert sebanyak 35 titik serta sejumlah jembatan dijadwalkan rampung pada 2027.(LUKMAN/LIPSUS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال